Laporkan Masalah

HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIEPILEPSI TERHADAP FREKUENSI DAN KEPARAHAN KEJANG PASIEN PEDIATRIK DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA

SHEILA NABILA FIRDHA, Woro Harjaningsih, S. Si., Sp. FRS., Apt.,

2013 | Skripsi | FARMASI

Epilepsi merupakan suatu penyakit gangguan saraf kronis yang ditandai dengan serangan kejang berulang. Mayoritas pasien dapat mengendalikan kejangnya dengan menggunakan obat antiepilepsi (OAE). Namun disisi lain masih banyak pasien yang tidak dapat mengendalikan kejangnya walaupun telah menggunakan regimen pengobatan yang paling baik sekalipun. Salah satu alasan yang memperantarai adalah rendahnya kepatuhan dalam meminum obat sesuai regimen pengobatan. Ketidakpatuhan pada pengobatan antiepilepsi berdampak pada hasil pengobatan dan menimbulkan efek klinis yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan antiepilepsi dengan frekuensi dan keparahan kejang pada pasien epilepsi pediatrik. i merupakan suatu penelitian deskriptif analitik dan Penelitian in menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada periode 13 Mei – 13 Juli 2013 di Instalasi Kesehatan Anak Sub. Bagian Neurologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sampel penelitian diambil dengan metode consecutive sampling. Jumlah subyek penelitian yang didapat sebesar 36 pasien. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan orang tua atau pengasuh pasien serta dilakukan tinjauan ulang rekam medis. Kuesioner untuk tingkat kepatuhan dari instrumen Adherence to Medication and Clinic Appointments (AMCA) dan kuesioner tingkat keparahan kejang dari instrument Hague Seizure Severity (HASSS). Data dianalisis dengan korelasi rank Spearman. Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan frekuensi serangan (p=0,013) dan terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan dengan keparahan kejang (p=0,023).

Epilepsy is a chronic neurological disorder characterized by recurrent seizures. Most of patients are able to control the seizures with antiepileptic drug use (OAE). On the other hand, there are still many patients who can not control their seizures eventhough they have taken the best treatment regimen. One of the reason is the low mediate adherence in taking appropriate medication treatment regimen. Nonadherence to antiepileptic treatment have an impact on treatment outcomes and lead to undesirable clinical effects. This study was aimed to determine the relationship of medication adherence with antiepileptic frequency and severity of seizures in pediatric epilepsy patients. This study is an analytic and descriptive study using cross-sectional design. The study was conducted in the period 13 May to 13 July 2013 in the Children's Health Installation Sub Section of Neurology Hospital Dr. Sardjito Yogyakarta. Samples were taken with consecutive sampling method. The number of subjects were obtained for 36 patients. Data were collected through questionnaires with parents or carers of patients and conducted a review of medical records. Questionnaire to the level of compliance of the instrument Adherence to Medication and Clinic Appointments (AMCA) and seizure severity questionnaire of instrument Hague Seizure Severity (HASSS). Data were analyzed with Spearman rank correlation. Results of the correlation analysis showed an association between medication adherence with the attack frequency (p = 0.013) and there is a relationship between the severity of seizures with medication adherence (p = 0.023).

Kata Kunci : epilepsi, pediatrik, antiepilepsi, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.