Laporkan Masalah

Pengaruh perencanaan sampling dan perencanaan pengadaan pereaksi terhadap ketepatan waktu pengujian obat di Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Bengkulu

SASRA, Drs. Wakhid Slamet Ciptono, MBA.,MPM

2001 | Tesis | S2 Farmasi

Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Bengkulu adalah unit pelaksana teknis dilingkungan Departemen Kesehatan yang salah satu fungsinya melaksanakan pengujian dan penilaian mutu obat, makanan minuman, kosmetika dan alat kesehatan, obat tradisional, narkotika dan bahan berbahaya. Salah satu keberhasilan Balai POM terlihat dari tingkat penyelesaian pengujian sampel tiap tahun anggaran. Telah dilakukan penelitian dengan judul Pengaruh Perencanaan Sampling dan Perencanaan Pengadaan Pereaksi Terhadap Ketepatan Waktu Pengujian Obat di Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan Bengkutu. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk Meningkatkan kemampuan seksi pengujian Balai POM Bengkulu untuk menyelesaikan tugas pengujian.2) Untuk mengetahui hubungan perencanan sampling dan perencanaan pengadaan pereaksi terhadap ketepatan wak-tu pengujian. 3) Untuk mengetahui fak-tor-faktor lain yang berhubungan dengan kelancaran pengujian. Penelitian ini dilakukan dengan jalan menganalisis : 1) Data perencanaan sampling,2) Data perencanaan pengadaan pereaksi, 3) Surat penyerahan sampel, 4) Surat berita acara penyerahan barang, 5) Data laporan bulanan. Data perencanaan sampling dan perencanaan pereaksi dikelornpokkan ke dalam metode analisis yang sesuai dengan penilaian prosentase realisasi. Sedangkan data ketepatan waktu pengujian dihitung waktu yang dibutuhkan tiap sampel dan dinilai secara kualitatif berdasarkan standar yang ditetapkan 40 hari oleh Dirjen POM, hari ke 2 Isampai 30 dinilai sangat tepat nilai 5, hari 31 sampai 40 dinilai tepat nilai 4,hari ke 41 sampai 50 dinilai cukup tepat nilai 3, hari ke 51 sampai 60 dinilai tidak tepat niali 2, besar dari 60 hari dinilai sangat tidak tepat niali 1. Data yang diambil adalah data dua tahun anggaran berturut-turut 1998/1999 dan 1999/2000. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan - regresi linear sederhana dan regresi ganda. Dari analisis data didapatkan bahwa:1) perencanaan sampling tidak berpengaruh signifikan terhadap ketepatan wak-tu pengujian dengan r hitting 0.046 untuk tahun anggaran 1998/1999 dan —0.054 untuk tahun anggaran 1999/2000. 2) Perencanaan pengadaan pereaksi berpengaruh secara signifikan untuk tahun annggaran 1998/1999 dengan r hitting 0.196 dengan tingkat korelasi rendah dan tidak signifikan untuk tahun anggaran 1999/2000 dengan r hitting 0.09. 3) Tidak ada hubungan yang signifikan antara perencanaan sampling dan perencanaan pengadaan pereaksi secara bersama-sama terhadap ketepatan waktu pengujian that dengan korelasi berurutan R =0.124 dan R = 0.16 untuk tahun anggaran 1998/1999 dan 1999/2000. 4) Pada tahun anggaran 1999/2000 tedadi penurunan kinerja pengujian.

Bengkulu Food and Drug Quality Control is a technical unit of Health Department which evaluates and standarizes the quality of Food and Drug, Cosmetics and Health Apparatus, Tradisional Drug, Narcotic and Other Dengerous Ingridients. One of the indicator of succes was quantity of sample evaluation each year. The research had been done under the title Pengaruh Perencanaan Sampling dan Perencanaan Pengadaan Pereaksi Terhadap Ketepatan Waktu Pengujian Obat di Bald Pemeriksaan Obat dun Makanan Bengkulu (The Influence of Sample Planning and Reagent Avaibility Planning toward The Time of Analysis in Bengkulu Food and Drug Quality Control]. The research is aimed :1) To improve capability of Bengkulu Food and Drug Quality Control evaluation, 2). To realize the correlation among sample planning, reagent avaibility planning toward the time of analysis, 3). To examine the other factors that related to time of analysis. This research was conducted by analysing : 1). Sample Planning data, 2). Reagent avaibility data, 3). Briefting data Monthly (Monthly Report). Sample Planning data and reagent avaibility planning were accodence with analytical method used indicating the degree of realization. Meanwhile, time of analysis was standarized by Dirjen POM in 40 day works qualitatively, in which the day of 21 to 30 is very good , 31 to 40 is good, 41 to 50 is enough, 51 to 60 is bad, more than 60 day is worse. This research used the latest data, from 1998 to 1999 and 1999 to 2000. The data were analyzed by using simple regression, correlation and multiple regression. The result indicated : 1). Sample planning were not significantly influence time of analysis with the r of 0.046, 0,056 respectively, 2). Reagent avaibility planning significantly influenced the success of anlysis with r of 0.196 the correlation and was not influenced with low correlation with the r of 0.09 respectively, 3). Both sample planning and regent avaibility planning were not influenced on time of analysis with r = 0.124 and r = 0.16 respectively. That analyzed by multiple regression with correlation level was moderate (p = 0.05).

Kata Kunci : Planning, sample, reagent, time of analysis, Perencanaan, sampling , pereaksi , ketepatan waktu pengujian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.