PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN SEWON TAHUN 2012
WIBI ARIYANTO, Drs. Sudaryatno, M.Si.
2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIGPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berkaitan dengan kegiatan pencegahan dan pengendalian DBD, pemetaan kerentanan wilayah terhadap terjadinya kasus DBD adalah hal yang cukup penting. Pemetaan tingkat kerentanan wilayah terhadap DBD dapat menjadi masukan dalam kegiatan perencanaan kesehatan masyarakat. Penyakit DBD sendiri merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Kecamatan Sewon merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bantul yang menjadi daerah epidemi DBD. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan aplikasi sistem informasi geografi dan penginderaan jauh dalam pemodelan spasial tingkat kerawanan penyakit DBD, mengetahui tingkat kerawanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah di Kecamatan Sewon. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu citra Quickbird tahun 2010 sebagai data masukan pembuatan peta penggunaan lahan yang disertai dengan survey lapangan pada tanggal 17 Juni 2013, peta batas administrasi, data kepadatan penduduk, data lokasi tempat pembuangan sementara, dan data jumlah kasus penyakit DBD. Metode yang digunakan dalam pemetaan tingkat kerawanan terhadap DBD adalah pengharkatan (skoring), buffer, dan overlay. Metode Penilaian tingkat kerawanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue dilakukan dengan melakukan overlay pada parameter-parameter yang telah diberi harkat/nilai. Hasil penelitian ini berupa peta administrasi berupa batasan kelurahan, peta penggunaan lahan, peta kepadatan penduduk, peta jarak terhadap sungai, peta jarak terhadap tempat pembuangan sementara, peta persebaran penyakit demam berdarah dengue, peta tingkat kerawanan wilayah terhadap penyakit demam berdarah dengue. Hasil uji akurasi untuk peta penggunaan lahan adalah 80%. Hasil tingkat kerawanan yang diperoleh terdiri dari 3 kelas tingkat kerawanan, yaitu tingkat kerawanan rendah dengan luas 1060 Ha dan dominan di wilayah Kelurahan Timbulharjo, tingkat kerawanan sedang dengan luas 1158 Ha dominan pada wilayah di Kelurahan bangunharjo dan panggungharjo, serta tingkat kerawanan tinggi dengan luas 498 Ha, dan dominan pada wilayah di Kelurahan Panggungharjo.
-
Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue (DBD), tingkat kerawanan DBD, citra Quickbird, penginderaan jauh dan sistem informasi geografi