SÄšRAT YUSUF (SUNTINGAN TEKS DAN TERJEMAHAN)
NADYA SALIMA, Arsanti Wulandari, S.S. M.Hum.,
2013 | Skripsi | SASTRA NUSANTARASěrat Yusuf merupakan koleksi Perpustakaan Widyapustaka Pura Pakualaman dengan kode koleksi st. 83/0030/PP/73. Teks Sěrat Yusuf berbentuk macapat atau puisi yang ditulis dengan aksara Pegon dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa. Tahap penyajian dalam penelitian ini meliputi pendahuluan, gambaran umum Sěrat Yusuf yang memberi informasi umum tentang naskah Sěrat Yusuf, suntingan teks dengan metode perbaikan bacaan, dilanjutkan terjemahan dengan metode kata demi kata, dan kesimpulan dan saran. Terdapat juga di dalam naskah Sěrat Yusuf beberapa ejaan yang khas dimiliki oleh penulis yang berbeda dengan EYD Bahasa Jawa, sehingga penulisan dalam suntingan disesuaikan dengan EYD Bahasa Jawa dan disertakan catatan. Kekhasan muncul dalam penghilangan nasal (n,m, dan ng), perubahan nasal (ny), dan perubahan kata dhumatěng dan dhatěng yang didalam teks ditulis (d) disunting menjadi (dh). Teks Sěrat Yusuf pupuh I sampai IV berisi tentang cerita perjalanan kehidupan Nabi Yusuf yang dimulai saat Yusuf mendapat pertanda lewat mimpi bahwa kelak Yusuf akan menjadi seorang raja yang menyebabkan Yusuf dibenci oleh saudaranya dan dibuang di sumur. Di lain sisi di dalam sumur sudah menunggu seseorang yaitu Ki Hud yang dalam cerita versi Al-Qur’an tokoh ini tidak disebutkan. Ki Hud meminta kepada Allah untuk dapat bertemu dengan Yusuf. Setalah lama menunggu dipertemukanlah Hud dengan Yusuf dan Hud berpesan kelak Yusuf akan menjadi raja di Negara Mesir, namun kebahagiaan itu sirna saat Hud meninggal dunia. Pada akhirnya Yusuf ditemukan oleh seorang pedagang dari Mesir yang menjadikannya seorang abdi (pembantu).
Sěrat Yusuf is kept as one of priceless collection in the library of Widyapustaka Pakualaman with a code st. 83/0030/PP/73. The works of Sěrat Yusuf was written in the form of a Macapat or a poem written in Pegon script using Javanese language. The paper presents the result of the research which covers general description of the works containing information related to the manuscript of Sěrat Yusuf, the edited text with text correction method, completed with word to word translation and conclusion in which some recommendation are included. The writer defines some special spelling by himself which are actually different to that of Javanese dictionary. Therefore, the writing of those words are conformed to the dictionary and is completed with some notes. The case is found in the writing of dispelling nasal (n, m and ng), changing nasal (ny) and the switch of word dhumatěng toward dathěng in which the written character (d) is edited to be (dh). The manuscript of Sěrat Yusuf part I to part IV narrates the lifeline of Prophet Yusuf opened with his acquisition of sign through his dream telling that someday Yusuf would be a leader which would make him being hated by his siblings and plunged into a well. Meantime, inside of the well a man named Ki Hud, who is not mentioned in the Quran, had been waiting. Ki Hud had asked to the God to see Yusuf. After the long time waiting, Ki Hud finally met Yusuf and then he told Yusuf that someday Yusuf would become the king of Egypt. However, the expected joy had flight away when Ki Hud passed away. At last, Yusuf had been founded by an Egyptian merchant and taken as a servant by the merchant.
Kata Kunci : Suntingan dan Terjemahan teks Sěrat Yusuf, kekhasan ejaan dalam teks, cerita Nabi Yusuf