Laporkan Masalah

PENGARUH JARAK PEMOTRETAN TERHADAP KETELITIAN KOORDINAT TITIK CEK PADA TEKNIK FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT

IRENE SEPTIFA W, Ir. Djurdjani, MSP., M.Eng., Ph.D.,

2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Fotogrametri jarak dekat adalah salah satu teknik akuisisi yang dapat diaplikasikan untuk mendapatkan informasi spasial suatu obyek. Pemilihan jarak pemotretan dari obyek ke kamera erat kaitannya dengan ketelitian dan cakupan foto. Penelitian mengenai pemilihan jarak pemotretan perlu diperhatikan untuk menghasilkan data yang akurat dengan cakupan foto yang optimal. Penelitian ini meliputi tahap-tahap pekerjaan antara lain pengumpulan data koordinat dengan total station (TS), kalibrasi kamera, pemotretan objek penelitian dengan kamera digital, pengolahan data foto dengan perangkat lunak PhotoModeler Scanner, serta analisis ketelitian data. Pemotretan objek penelitian dilakukan pada dua stasiun kamera dengan jarak pemotretan dengan obyek dibuat dalam tiga variasi yaitu jarak 6 meter, 9 meter, dan 12 meter. Tahap pengolahan foto dengan perangkat lunak PhotoModeler Scanner terdiri dari tahap orientasi dalam, penandaan titik, pendefinisian titik kontrol, referencing sampai pembentukan model 3D. Koordinat 3D hasil pengolahan foto digunakan untuk analisis pengaruh jarak pemotretan terhadap ketelitian koordinat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketelitian koordinat titik yang dihasilkan berbanding terbalik dengan besarnya jarak pemotretan. Hasil pengolahan foto menunjukkan nilai RMSE rata-rata komponen koordinat X, Y, dan Z sebesar 1,672mm; 2,800mm; 0,832mm untuk jarak pemotretan 6 meter. Sementara itu 2,332mm; 3,396mm; 1,200mm untuk jarak pemotretan 9 meter, dan 2,534mm; 3,612mm; 1,264mm untuk jarak pemotretan 12 meter.

Close range photogrammetry is an acquisition technique that can be applied to collect spatial information of object. Selection of object to camera distance is closely related to accuracy and photo coverage. The research about selection of camera to object distance is important particularly to obtain accurate data with optimal photo coverage. This research has several steps to do like data acquisition using total station, camera calibration, object photography using digital camera, photo processing using PhotoModeler Scanner software and accuracy data analisys. The photographs were collected from two camera stations with three distance variations namely 6 meters, 9 meters, and 12 meters. Photo processing using PhotoModeler Scanner software consists of internal orientation, point marking, import GCP, referencing and 3D modelling. Coordinate 3D photo processing result is then used to analyze the effect of camera to object distance on coordinat accuracy. The result shows that accuracy levels of coordinate points will be inversely proportional to the camera to object distance. Photo processing results show the average value of RMSE coordinate components X, Y, and Z are 1,672mm; 2,800mm; 0,832mm respectively for camera to object distance of 6 meters. While the results are 2,332mm; 3,396mm; 1,200mm for camera to object distance of 9 meters. Finally the RMSE are 2,534mm; 3,612mm; 1,264mm respectively for camera to object distance of 12 meters.

Kata Kunci : fotogrametri jarak dekat, ketelitian koordinat titik, jarak pemotretan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.