Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN POTENSI PENCEMARAN KARBON MONOKSIDA AMBIEN DI SEKITAR MALIOBORO, KOTA YOGYAKARTA

ASRI NURYUNENI, Prof. Dr. Hartono, DEA, DESS.

2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH

Aktivitas manusia mempengaruhi perkembangan teknologi saat ini. Kendaraan bermesin merupakan sarana transportasi yang memadai. Proses pembakaran tidak sempurna meyebabkan pencemaran udara. Keberadaan karbon monoksida sekitar 90% di wilayah perkotaan. Banyaknya jumlah kendaraan menimbulkan antrean kendaraan. Kemacetan lalu lintas berada jam puncak aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk ,1) Identifikasi faktor pencemaran udara kendraan bermotor dari Citra Quickbird, 2) Menyajikan peta potensi pencemaran karbon monoksida ambien dari kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan integrasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Sumber data yang digunakan Citra Quickbird tahun 2006. Informasi geometri jalan, penggunaan lahan dan plot lampu lintas diporeleh dari Citra Quickbird. Area penelitian adalah sekitar Malioboro dengan menggunakan enam ruas jalan. Jalan P.Senopati, Jalan M. Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Malioboro dan Jalan Ahmad Yani. Penentuan pencemaran karbon monoksida ambien didasarkan pada antrean kendaraan. Volume jalan didasarkan pada jam puncak kegiatan masyarakat. Ruas jalan dengan tingkat pencemaran udara rendah menunjukkan antrean kendaraan sedikit dan teratur. Analisis deskriptif dilakukan untuk menganalisis tingkat pencemaran dan lama antrean kendaraan. Aspek keruangan diterapkan untuk memperoleh data secara detail berdasarkan parameter. Penelitian ini menghasilkan ketelitian lebar jalan sebesar 97,54%. Uji ketelitian interpretasi penggunan lahan yang dihasilkan sebesar 92,46%. Pengukuran kadar karbon monoksida ambien pada setiap ruas jalan masih standar. Kadar tertinggi yaitu 19 ppm di Perempatan Hotel Limaran. Kadar terendah berada di Jalan Pasar Kembang dengan kadar 6 ppm. Tingkat antrean tertinggi berada di Jalan M.Suryotomo dengan panjang antrean 68,4 m. Antrean kendaraan terpendek berada di Jalan Pasar Kembang yaitu 5 m.

Human activities affect the development of today's technology. Engined vehicles are adequate transportation facilities. Incomplete combustion processes led to air pollution. The presence of carbon monoxide around 90% in urban areas. A large number of the vehicle causing the vehicle queue. Traffic jams are the peak hours of community activity. This study aims to, 1) Identification of motor vehicle air pollution from Quickbird Imagery, 2) Presenting a map of potential ambient carbon monoxide pollution from motor vehicles. This study uses the integration of Remote Sensing and Geographic Information Systems. Source of data used Quickbird image of 2006. Road geometry information, land use and traffic light plot derived from QuickBird image. Malioboro area of research is about using six segments road. Determination of carbon monoxide ambient pollution based on the vehicle queue. Volume is based on the peak hour roads community activities. Roads with low air pollution levels showed little and orderly queue of vehicles. Descriptive analyzes were undertaken to analyze the level of pollution and the long queue of vehicles. Spatial aspect is applied to obtain the data in detail based on the parameters. This research resulted in wideroad mapping accuracy of 97.54%. The resulting interpretation of test accuracy of 92.46%. Measurement of ambient levels of carbon monoxide on every street is still the standard. The highest levels were 19 ppm in Quarter Hotel Limaran. The lowest levels were in the Flower Market Road 6 ppm levels. The highest levels were in line with the long queue M.Suryotomo Street 68.4 m. Shortest queue of vehicles was in Pasar Kembang Street is 5 m.

Kata Kunci : pencemaran udara, Quickbird, CO Ambien, Malioboro, Volume Jalan, Antrean Kendaraan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.