Laporkan Masalah

PENGARUH SUPLEMENTASI BESI TERHADAP EFIKASI PROGRAM GARAM BERIODIUM SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN GAKI

YUSI DWI NURCAHYANI, SKM, Prof. dr. H.A.H. Asdie, SpPD-KEMD.

2013 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik/EK

Latar belakang : Di daerah yang kekurangan iodium, pengaruh gizi dan lingkungan berkontribusi pada prevalensi dan tingkat keparahan GAKI, termasuk defisiensi mikronutrien lain diantaranya zat besi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh suplementasi besi dosis 60 mg/ minggu terhadap efikasi program garam beriodium sebagai upaya penanggulangan GAKI. Metode : Suplementasi besi diberikan pada anak sekolah dasar umur 9 – 12 tahun di daerah endemik gondok dengan prevalensi anemia tinggi, Kertek Wonosobo (n = 35) dan kelompok lainnya mendapatkan placebo (n = 35). Awal penelitian dilakukan pengukuran antropometri, kadar TSH, fT4, T3, feritin, Hb, EIU dan kadar garam. Setelah 13 minggu suplementasi dilakukan pengukuran yang sama. Hasil : Setelah suplementasi, ada peningkatan kadar feritin yang signifikan pada kelompok Fe (31,0 menjadi 44,8 μg/l, p<0,05), sedangkan kelompok placebo mengalami penurunan Hb yang signifikan (127,1 menjadi 123,5 g/l, p<0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan perubahan kadar TSH, fT4 dan T3. Setelah memperhitungkan efek modifikasi (kecukupan protein <70%AKG), terbukti suplementasi besi berpengaruh terhadap perubahan TSH (p<0,05), tetapi tidak signifikan terhadap perubahan fT4 dan T3. Simpulan : peningkatan status besi berpengaruh terhadap perubahan TSH.

Background : Multiple nutritional and environmental influences contribute to the prevalence and severity of IDDs in iodine-deficient areas, including another deficiency micronutrient is iron. Objective : the aim of this study was to investigate whether iron supplementation can improve thyroid hormone function in iodine-deficient areas in schoolchildren. Methods : a trial of iron supplementation was carried out in an area of endemic goiter in Kertek Wonosobo (n = 35), another group given placebo (n = 35). At baseline, anthropometri, TSH, fT4, T3, ferritin, Hb, urinary iodine excretion were measured. After 13 weeks supplementation, conducted the same data collection. Result : after the intervention, there was a significant increase in ferritin in the iron group ((31,0 vs 44,8 μg/l, p<0,05), and there was a significant decrease in Hb in the placebo group (127,1 vs 123,5 g/l, p<0,05). These two group did not differ for TSH, fT4 and T3. After taking into account the effect modification variable (adequate protein> 70% RDA), proved an effect of iron supplementation on changes in TSH (p <0.05), but no significant changes in fT4 and T3. Conclusion : our result indicate that improvement of iron status was accompanied by an improvement on changes in TSH.

Kata Kunci : GAKI, suplementasi besi, fungsi tiroid


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.