Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI JENIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK TEMPORER (Studi Kasus: Solo Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta)

RARAS WIDO PINANDHE, Widyasari Her Nugrahandika S.T, M.Sc.

2013 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dewasa ini, keberadaan ruang terbuka publik semakin berkurang karena dominasi ruang komersial. Namun demikian, kini muncul car free day sebagai strategi penyediaan ruang terbuka publik yang baru. Salah satu penyelenggaranya adalah kota Surakarta. Di kota Surakarta, event tersebut bernama Solo Car free Day dan di gelar di dua lokasi. Uniknya Solo Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi lebih ramai daripada Solo Car Free Day di Jalan Juanda. Selain itu antusiasme masyarakat pada Solo Car Free Day lebih besar dibanding ruang terbuka publik Kota Surakarta lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemanfaatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan Solo Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif kualitatif dan dilakukan di Solo Car Free Day untuk menjelaskan fenomena yang ada di Solo Car Free Day. Penarikan sampel dilakukan dengan metode purpossive sampling dan dilanjutkan dengan metode accidental sampling terhadap berbagai stakeholder yang berjumlah 29 responden. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi dan wawancara, sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan mencari data terkait di instansi yang relevan. Analisa data dilakukan melalui tahapan penyusunan unit informasi yang dilanjutkan dengan mengelompokkannya pada suatu tema. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Solo Car Free Day adalah ruang terbuka publik yang sukses menjadi ruang yang multifungsi, tetapi tidak konsekuen dengan tema penyelenggaraannya. Selain itu, pemanfaatan menimbulkan masalah lingkungan yang baru. Pemanfaatan ruang disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari: 1)pengelolaan, 2)aksesiblitas, dan 3)magnet kegiatan. Sedangkan faktor eksternal berupa kebanggan masyarakat terhadap Solo Car Free Day atau dapat disebut dengan Topohilia (Tuan, 2011).

Today, the existence of public space is getting reduced due to the dominance of privat area. However, it now appears the car free day as a strategy providing new public space. One of the organizers is the city of Surakarta. In the city of Surakarta, the event called Solo Car Free Day and held in two locations. Uniquely Solo Car Free Day on Slamet Riyadi street is more crowded than the Solo Car Free Day in Juanda street. In addition to the enthusiasm of people on Solo Car Free Day is greater than the public space other Surakarta. This study aims to identify the type of use and the factors that affect people's enthusiasm in using the Solo Car Free Day on Jalan Slamet Riyadi. This study uses qualitative and inductive approach performed in Solo Car Free Day to explain phenomena in Solo Car Free Day. Sampling was conducted using purposive sampling and accidental sampling method followed by the various stakeholders who totaled 29 respondents. Primary data were collected through observation and interviews, while secondary data collection is done by searching the related data in the relevant institutions. Data analysis was done through the preparation phase followed by a unit of information on a theme grouping. This study concluded that Solo Car Free Day is a public space which become a multifunctional space, but not inconsistent to the theme administration. In addition, the utilizations cause environmental problems. Utilization of space due to internal factors and external factors. Internal factors consist of: 1) management, 2) accesibility, and 3) the magnetic activity. While external factors such as community pride against Solo Car Free Day or can be called by Topohilia (Tuan, 2011).

Kata Kunci : ruang terbuka publik, Solo Car Free Day, pemanfaatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.