Laporkan Masalah

APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN ZONA RAWAN BANJIR DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CELENG KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL, PROPINSI D.I.Y

DESI ETIKA SARI, Sigit Herumurti BS, S.Si., M.Si.

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Banjir merupakan peristiwa tergenangnya suatu daerah yang disebabkan oleh hujan yang sangat deras dan tidak mampunya tanggul atau bendungan menampung volume air sehingga terjadi luapan air sungai. Banjir terjadi di sub daerah aliran sungai (sub DAS) Celeng pada 17 Januari 2012, sungai Celeng meluap dan merendam beberapa dusun di Kecamatan Imogiri. Banjir luapan air sungai Celeng terjadi karena derasnya aliran air yang mengalir dari perbukitan. Penelitian mengenai zona rawan banjir di sub DAS Celeng dilakukan dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi. Salah satu keuntungan penggunaan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografi adalah dapat menghemat waktu, biaya dan tenaga sehingga penelitian mengenai kerawanan banjir dapat berlangsung efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan citra penginderaan jauh dalam menyadap informasi yang berperan dalam pemetaan zona rawan banjir, memetakan sebaran zona rawan banjir dan menghitung debit puncak banjir yang terjadi di sub DAS Celeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang dengan memberikan skor dan bobot setiap parameter kerawanan banjir genangan dan menggunakan teknik tumpangsusun (overlay) peta setiap parameter untuk menghasilkan peta zona rawan banjir genangan. Perhitungan debit puncak banjir dapat dilakukan menggunakan metode rasional yaitu Q = 0,278 x C x I x A. Parameter koefisien aliran (C) berperan penting dalam menghitung debit puncak, perhitungan koefisien aliran dapat dilakukan dengan metode Cook. Metode Cook menggunakan parameter kemiringan lereng, infiltrasi, penutup vegetasi dan kerapatan aliran untuk estimasi koefisien aliran. Hasil penelitian menunjukkan zona rawan banjir genangan di sub DAS Celeng seluas 2,31 km² yang tersebar di sisi kanan dan kiri sungai Celeng utama meliputi desa Selopamioro, desa Sriharjo, desa Karangtengah, desa Girirejo, desa Karangtalun, desa Imogiri dan desa Wukirsari. Hasil penelitian menunjukkan debit puncak total sub DAS Celeng berdasarkan perhitungan adalah 108,78 m³/detik. Beberapa parameter kerawanan banjir dapat disadap dari citra penginderaan jauh, yaitu kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Zona rawan banjir sub DAS Celeng terbagi menjadi empat kelas kerawanan banjir yaitu kelas rawan, kelas cukup rawan, kelas tidak rawan dan kelas sangat tidak rawan.

-

Kata Kunci : Zona rawan banjir, Banjir, Sub DAS Celeng, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Debit.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.