Laporkan Masalah

UJI TOKSISITAS AKUT TEPUNG KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis (L.) DC.) PADA TIKUS BETINA GALUR WISTAR

DYAH AYU SAFITRI, Dr. Ika Puspita Sari, M. Si., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Kacang koro pedang (Canavalia ensiformis (L.) DC.) dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tempe, susu, penambah abon, dan tepung. C. ensiformis mengandung zat nutrisi yang diperlukan tubuh dan antinutrisi yang berefek toksik (fenolik, tanin, saponin, glikosida sianogenik, Canatoxin, Concanavalin A dan B, dan HCN). Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ketoksikan akut tepung C. ensiformis, mengetahui gejala klinik, serta spektrum efek toksik yang terjadi. Penelitian dilakukan terhadap tikus betina galur Wistar yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol perlakuan (tepung kacang koro pedang tanpa detoksifikasi), dan sediaan uji (tepung C.ensiformis yang telah direbus dan direndam dengan dosis pemejanan mengikuti Pedoman OECD 423 yaitu 300, 2000 dan 5000 mg/kg BB). Pengamatan dilakukan terhadap jumlah kematian hewan uji, berat badan tikus per tiga hari, bobot organ vital, konsumsi pakan, gejala efek toksik dan pemeriksaan organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ketoksikan akut oral tepung C. ensiformis menurut Globally Harmonized Classification System (GHS) termasuk kategori 5 (tidak terklarifikasi) dengan LD50 cut off >5000 mg/kg BB atau setara dengan dosis 56,0 gram pada manusia. Pemberian sediaan uji tidak menimbulkan perbedaan yang bermakna pada bobot hewan uji, konsumsi pakan, bobot organ hati, ginjal, lambung, paru-paru, pankreas, dan usus (P>0,05). Pemberian sediaan uji tidak menimbulkan gejala klinis dan spektrum efek toksik sampai pada dosis 5000 mg/kg BB.

-

Kata Kunci : tepung kacang koro pedang, Canavalia ensiformis, uji toksisitas akut, OECD 423


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.