Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI KADAR EKSTRAK DAUN SIRIH TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN SIFAT FISIK SEDIAAN BUCCAL MUCOADHESIVE PATCH

YULY PROBONINGRUM, Drs. Mufrod, M.Sc., Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Karies merupakan penyakit gigi dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Streptococcus mutans yang membentuk plak gigi. Penyakit ini dapat menyebabkan penanggalan gigi, gigi berlubang, infeksi, bahkan kematian, sehingga perlu adanya pencegahan timbulnya plak dan karies gigi dengan zat antibakteri, misalnya dengan ekstrak daun sirih. Formulasi sediaan buccal mucoadhesive patch dengan penambahan ekstrak daun sirih dilakukan karena patch mudah digunakan, mudah dilepas bila telah tercapai dosis yang diinginkan, dan tidak mengiritasi. Penelitian ini dilakukan untuk membuat patch yang mampu berfungsi sebagai sediaan antibakteri. Ekstrak kental daun sirih sebagai bahan utama diperoleh dengan cara infundasi dan penguapan. Aktivitas antibakteri dipengaruhi oleh jumlah zat aktif, sehingga patch dengan polimer chitosan dibuat dengan empat formula, yaitu patch plain sebagai kontrol negatif, patch dengan penambahan ekstrak daun sirih konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, dan konsentrasi 3%. Uji sifat fisikakimia dan uji antibakteri dilakukan terhadap patch, kemudian hasil keseragaman bobot, folding endurance, dan surface pH dipaparkan secara deskriptif, sementara nilai swelling index dan diameter hambatan patch dianalisis dengan ANOVA One Way. Hasil uji yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan variasi konsentrasi ekstrak daun sirih yang semakin meningkat tidak berpengaruh terhadap nilai folding endurance, surface pH, dan swelling index patch. Konsentrasi ekstrak daun sirih yang semakin meningkat berpengaruh terhadap kenaikan bobot patch, di mana patch konsentrasi ekstrak 3% memiliki rerata bobot terbesar, yaitu sebesar 0,0584 ± 0,0027 g. Konsentrasi ekstrak yang semakin meningkat ini berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antibakteri yang ditunjukkan dengan semakin besarnya ukuran diameter hambat. Diameter hambat terbesar diperoleh pada formulasi patch dengan penambahan konsentrasi ekstrak 3% b/v dengan rerata 23,3 ± 0,21 mm.

-

Kata Kunci : ekstrak daun sirih, buccal mucoadhesive patch, chitosan, antibakteri, karies gigi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.