MULTI CRITERIA ANALYSIS UNTUK PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN TEMBAKAU DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH
SORAYA WIRASAKTI, Bowo Susilo, S. Si., M. T.
2013 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHIndonesia sebagai negara agraris, memiliki potensi sumberdaya lahan yang melimpah. Lahan yang produktif digunakan untuk mengusahakan beragam komoditas pertanian dan perkebunan. Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Budidaya tanaman tembakau harus dilakukan dengan memperhatikan aspek kelestarian lahan. Penanaman pada lahan yang tidak sesuai, dalam jangka waktu lama akan berakibat pada menurunnya kualitas lahan atau degradasi lahan. Berangkat dari hal ini, diperlukan analisis kesesuaian lahan dengan memperhatikan aspek kelestarian lahan yaitu Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Analisis kesesuaian lahan untuk penelitian kali ini, dilakukan dengan metode SIG Multi Criteria Analysis (MCA). Output dari metode ini ialah analisis probabilitas kesesuaian suatu lahan dengan menganalisis korelasi atau hubungan antara kondisi eksisting (produktivitas) dengan karakteristik penyusun kondisi fisik lahan Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) memetakan kondisi eksisting (produktivitas) perkebunan tembakau, (2) Memetakan karakteristik lahan daerah penelitian, (3) Memetakan tingkat bahaya erosi daerah penelitian, (4) Mengetahui korelasi antara tingkat produktivitas perkebunan tembakau dengan karakteristik lahan dan tingkat bahaya erosi, serta (5) Memetakan kesesuaian lahan untuk perkebunan tembakau dengan Analisis Multi Kriteria (MCA) Dengan MCA, sebesar 29.25 % luas lahan di Kabupaten Temanggung merupakan lahan yang sangat sesuai untuk perkebunan tembakau (S1), 20, 42 % cukup sesuai, 41,56 % sesuai marginal (S3), 7,14 % tidak sesuai (N1), dan sisanya 1,62 % sangat tidak sesuai (N2).
Indonesia as an agricultural country, has a huge potential of land resources. Productive land is used to cultivate various agricultural and plantation commodities. Tobacco is one of the commodities that is widely cultivated in Indonesia and has a high economic value. Tobacco cultivation should be done with attention to aspects of land preservation. Planting on land that is not suitable, in the long term will result in decreased quality of land or land degradation. Departing from this, land suitability analysis is required for tobacco plantations by focusing on land preservation, namely Erosion potential (TBE) Land suitability analysis for the present study, carried out by the method of SIG Multi Criteria Analysis (MCA). The output of this method is a probabilistic analysis of land suitability by analyzing the correlation or relationship between the existing condition (productivity) with a characteristic constituent physical condition of land The purpose of this study is (1) mapping existing condition (productivity) tobacco, (2) Mapping the research areas of land characteristics, (3) Mapping of erosion potential research areas, (4) determine the correlation between the level of productivity of a tobacco plantation to the characteristics of land and of erosion potential, and (5) Mapping the suitability of land for tobacco plantations with Multi Criteria Analysis (MCA) With MCA, 29.25% of land area in the district of Temanggung is a very suitable land for tobacco plantations (S1), 20, 42% is quite appropriate, 41.56% marginally suitable (S3), 7.14% is not suitable (N1), and the remaining 1.62% was incompatible (N2).
Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Tembakau, TBE, Multi Criteria Analysis (MCA)