UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT HASIL FERMENTASI MIKROBA SIMBION SPONS KODE 14C4 DAN KARAKTERISASI GOLONGAN SENYAWA AKTIFNYA
SITI MARYAM FAIZAH, Dr.rer nat. Yosi Bayu Murti, M.Si., Apt.,
2013 | Skripsi | FARMASITingginya tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotik menunjukkan pentingnya penemuan antibiotik dengan aktivitas antibakteri baru. Mikroba simbion spons mampu menghasilkan metabolit sekunder yang berfungsi sebagai perlindungan diri spons. Metabolit ini memiliki aktivitas biologis dan farmakologis, termasuk aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak hasil fermentasi mikroba simbion beserta Kadar Hambat Minimum dan karakterisasi golongan senyawa aktifnya. Mikroba simbion spons 14C4 difermentasi dalam media marine broth selama 8 hari. Selanjutnya dilakukan ekstraksi dengan menggunakan pelarut etil asetat. Ekstrak digunakan untuk penetapan KHM dengan metode mikrodilusi serta karakterisasi golongan senyawa aktif dengan KLT-bioautografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat hasil fermentasi mikroba simbion spons kode 14C4 memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHM terhadap Staphylococcus aureus lebih besar dari 10 μg/μL. Berdasarkan hasil uji KLT-Bioautografi dengan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak diklorometan:metanol (95:5), didapat tiga bercak senyawa aktif antibakteri S. aureus dengan hRf 14, 36, dan 55. Bercak senyawa aktif dengan hRf 14 menunjukkan senyawa golongan fenolik yang memiliki kromofor, gugus OH fenolik, dan gugus karbonil. Senyawa aktif dengan hRf 36 dan 55 merupakan senyawa berkromofor.
-
Kata Kunci : antibakteri, mikrodilusi, mikroba simbion spons