Laporkan Masalah

ASPEK PENGELOLAAN BANK DITINJAU DARI PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERKAIT PERATURAN PEMBATASAN KEPEMILIKAN PADA BANK UMUM, Ditinjau dari Peraturan Bank Indonesia No. 14/8/PBI/2012

Heru Samodra, Dr. Sulistyowati, S.H., M.Hum.

2013 | Tesis | S2 Magister Hukum

Bank Indonesia secara berkesinambungan meningkatkan ketahanan Perbankan nasional diantaranya dilakukan melalui peningkatan penerapan prinsip kehati-hatian, tingkat pelaksanaan good corporate governance (GCG) dan tingkat kesehatan antara lain berupa penataan struktur kepemilikan saham Bank. Penataan struktur kepemilikan saham Bank dilakukan melalui penerapan batas maksimum kepemilikan saham. Karenanya Bank Indonesia telah menerbitkan Perundangan terkait dengan hal tersebut dengan pendekatan hasil komposit penilaian tingkat kesehatan dan implementasi GCG yakni : Peraturan Bank Indonesia No. 14/8/PBI/2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum. Penulisan tesis ini menyoroti filosofi dan kerangka pengaturan pembatasan kepemilikan pada Bank umum dan dikaitkan dengan dampaknya terhadap aspek pengelolaan Bank terutama pada aspek pengelolaan GCG yang tercermin dari hasil self assessment penilaian kinerja GCG tahun 2011 dan 2012 terhadap 3 Bank yang menjadi sampel yakni Bank BCA, Bank BTPN dan Bank OCBC NISP (Bank). Self assessment GCG dilakukan terhadap 11 aspek sebagaimana diatur pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 serta Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP/2007 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum. Hasil analisa oleh penulis dapat menjawab permasalahan sebagai berikut : 1. Peraturan pembatasan kepemilikan Bank umum ini dapat meningkatkan pengelolaan GCG Bank. 2. Bank telah siap dalam menghadapi peraturan pembatasan kepemilikan Bank umum ini. 3. Bank telah melakukan antisipasi guna mempertahankan ataupun meningkatkan performance pengelolaan GCG.

Bank Indonesia to sustainably improve the resilience of the national Banking through expanding the application of the precautionary principle, the level of implementation of Banking good corporate governance (GCG) and soundness level, through the arrangement of Bank shareholding structure. The regulation of Bank ownership structure is done through the application of the maximum shareholding limit. Hence, Bank Indonesia has issued relevant Bank Indonesia Regulation number 14/8/PBI/2012 regarding the limitation of Ownership of the Commercial Banks Shareholding, stipulating provision on the rating of the implementation of Bank’s GCG and soundness level. This thesis covers and highlights the aspect of the philosophy and framework underline the limitation on the ownership of commercial Banks and consequences of the impact on the management of the Bank’s performance, on the implementation of GCG. For such purposes, the author uses the 2011 and 2012 self assessment of GCG performance evaluation of 3 Banks : Bank BCA, Bank BTPN and Bank OCBC NISP (Banks) as the sampling. GCG self assessment is conducted on 11 aspects as stipulated in Bank Indonesia Regulation number 8/4/PBI/2006 dated January 30, 2006 and Bank Indonesia Regulation number 8/14/PBI/2006 dated October 5, 2006 concerning amendment to Bank Indonesia Regulation No.8/4/PBI/2006 and Bank Indonesia Circular Letter No.9/12/DPNP/2007 on the implementation of GCG for Banks. The results of analysis answer the problem identified as follows: 1. Regulatory restrictions on the ownership of commercial Banks has improved the management of GCG implementation of Banks. 2. Banks are ready to implement the regulatory requirement on the ownership restrictions of commercial Banks. 3. Banks have been in anticipation in order to maintain or improve the performance of the implementation of GCG.

Kata Kunci : good corporate governance (GCG), peraturan pembatasan kepemilikan Bank Umum, self assesment penilian kinerja GCG


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.