Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI FASILITAS UMUM TERHADAP AKSESIBILITAS BAGI DIFABLE

ISTIYANA YULIA PRADINASARI, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D.

2013 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI

Menjadi manusia yang berguna bagi sesama adalah suatu kewajiban dari setiap makluk di dunia. Namun, keberuntungan akan kelengkapan dan keadaan yang telah dimiliki tiap orang berbeda-beda. Orang dengan keterbatasan fisik dan perbedaan kemampuan disebut difabel yang berarti different abilities. Perbedaan dirasakan salah satunya adalah ketidaknyamanan pengguna berkebutuhan khusus untuk menggunakan fasilitas umum yang seharusnya dapat dinikmati bersama. Terdapat peraturan yang mengatur asas aksesibilitas penyandang cacat salah satunya telah diatur di Indonesia dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PERMEN PU) No 30/PRT/M/2006. Namun keadaan yang ada tidak semua fasilitas memenuhi persyaratan tersebut karena belum adanya alat evaluasi fasilitas umum aksesibel bagi difabel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat evaluasi fasilitas umum terhadap aksesibilitas bagi difable. Tahapan penelitian ini adalah dengan mewawancarai expert selaku seorang dengan difabilitas dan megumpulkan data standarisasi dengan wawancara dan kuesioner. Hasil standarisasi dan identifikasi kebutuhan dijadikan alat evaluasi berupa kuesioner, selanjutnya dilakukan pilot study untuk mengetahui waktu penggunaan alat evaluasi yaitu selama 45 menit. Alat evaluasi kemudian diimplementasikan ke gedung instansi pendidikan Gedung A Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) UGM dan Gedung Pusat Studi Layanan Difabel (PSLD) UIN Yogyakarta. Pengembangan alat evaluasi tingkat aksesibilitas fasilitas umum terdiri dari 11 macam fasilitas, jalur pedestrian (14 atribut), jalur pemandu (3 atribut), area parkir (9 atribut), pintu (11 atribut), ramp (9 atribut), toilet (15 atribut), tempat mandi (7 atribut), wastafel (6 atribut), keberadaan rambu (12 atribut), tangga (9 atribut) dan lift (14 atribut). Pemberian skor pada tiap atribut fasilitas berbeda-beda. Kriteria jumlah skor dibagi menjadi dua tipe gedung, yaitu untuk gedung berlantai lebih dari satu, tidak baik kisaran jumlah skor 0 hingga 3,67, cukup baik kisaran jumlah skor adalah 3,68 hingga 7,32 dan sangat baik kisaran skor adalah 7,33 hingga 11. Kriteria jumlah skor gedung berlantai satu, tidak baik kisaran jumlah skor 0 hingga 3, cukup baik kisaran jumlah skor adalah 3,01 hingga 5,99 dan sangat baik kisaran skor adalah 6 hingga 9. Setelah selesai tahap pembuatan alat evaluasi, dilakukan validasi dengan mengimplementasikan kepada gedung A JTMI dan gedung PSLD. Hasil skor yang didapatkan tingkat aksesibilitas Gedung A JTMI 3,51 (tidak baik) dan skor PSLD 5,66 (cukup baik).

-

Kata Kunci : difabel, alat evaluasi, aksesibilitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.