Laporkan Masalah

PAGUYUBAN JATHILAN KUDHO MATARAM DI KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL 1957-2010

GANANG NUR RESTU, Dr. Sri Margana, M.Hu., M.Phil

2013 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Penelitian ini menjelaskan tentang perkembangan Paguyuban Kesenian Jathilan Kudho Mataram yang berada di kecamatan Sewon periode 1957 – 2010. Di dalam penelitian ini, terdapat suatu pokok permasalahan yaitu tentang bagaimana perkembangan Paguyuban Jathilan Kudho Mataram ini di Kecamatan Sewon. Kemudian dari pokok permasalahan tersebut, penulis menjabarkan berupa pertanyaan penelitian sebagai berikut; yang pertama, mengapa Paguyuban Jathilan Kudho Mataram ini muncul di Kecamatan Sewon. Kemudian yang kedua, peran sosial dan kultural apakah yang dimainkan oleh paguyuban jathilan ini. Selanjutnya yang terakhir, tentang bagaimana regenerasi kelompok paguyuban ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer yang digunakan yaitu berasal dari arsip dan wawancara yang penulis lakukan dengan informan yang berhubungan langsung dengan Paguyuban Jathilan Kudho Mataram. Selanjutnya, sumber sekunder yang digunakan adalah buku-buku yang berhubungan dengan kesenian jathilan dan juga berasal dari situs-situs internet. Penelitian ini menemukan fakta bahwa Paguyuban Jathilan Kudho Mataram mengalami perubahan seiring dengan berjalannya waktu. Selain itu, kelompok jathilan ini juga memainkan perannya dalam lingkup masyarakat Sewon, baik yang berupa peran ekonomi, peran sosial, peran religi maupun peran budaya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa Paguyuban Jathilan Kudho Mataram ini mampu eksis atau bertahan dalam jangka waktu yang lama dikarenakan adanya proses regenerasi yang mengadopsi prinsip “sukarela”. Selanjutnya, paguyuban ini muncul di wilayah Sewon karena secara kultural dekat dengan pusat kebudayaan yang berupa Kraton Yogyakarta. Peran yang dimainkan kelompok jathilan ini secara kultural yaitu menjadi identitas masyarakat Sewon, sedangkan secara sosial paguyuban ini menjadi tempat berkumpul para anggotanya yang dalam keseharian, mereka telah sibuk dengan aktivitas masingmasing

This study describes the development of Kudo Mataram jathilan community in Sewon District in the period of 1957 – 2010. The subject of this study is the development of Kudo Mataram jathilan community in Sewon District . The main research questions are research : first, why Kudho Mataram jathilan community was established in Sewon District. Second, what sosial and cutural roles played by jathilan community. Finally, how the regeneration of the community took place. In this study, employs the history method by using primary and secondary sources. The primary sources were from archieves and interviews with the main actors of Kudho Mataram jathilan community. Furthermore, the secondary sources includes books and websites related to the art of jathilan . The result of the study shows that Kudo Mataram jathilan community has changed over time. Moreover, this jathilan community has some roles among Sewon society. They are in the form of economic role, social role, religion role and cultural role. This study concludes that Kudo Mataram jathilan community is able to exist or survive for the long time due to the regeneration process adopting the principle of “voluntary”. Furthermore, this community is located in the Sewon region as culturally it close to the center of culture, that is Kraton Yogyakarta. Culturally, the role of this jathilan community becomes the identity of Sewon society, while socially it becomes a gathering place for the members of the community who are busy with their own activities

Kata Kunci : Paguyuban Jathilan, Kecamatan Sewon, Kesenian Rakyat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.