Laporkan Masalah

HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DENGAN KEMATIAN NEONATAL DINI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Widyastuti Esti Rahayu,A Per Pend.SPd., Prof. dr. Djauhar Ismail, Sp.A(K), MPH, Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar Belakang: Di seluruh dunia diperkirakan 130 juta bayi lahir setiap tahun, dan 4 jutanya meninggal dunia. Dari seluruh kematian tersebut 98 persen terjadi di negara berkembang, dengan 66 persen meninggal pada masa neonatal dini, dan 25-45 persen pada 24 jam pertama setelah bayi lahir. Di Indonesia setiap 7,5 menit meninggal 1 orang bayi usia neonatal dini. Hasil penelitian di beberapa tempat menunjukkan tidak konsisten antara kematian neonatal dini dengan jarak kelahiran. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jarak kelahiran dengan kematian neonatal dini di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Rekam Medik Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan kasus kontrol. Sampel adalah semua bayi lahir hidup di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta, kemudian mati pada periode neonatal dini. Besar sampel 120 bayi lahir hidup kemudian mati pada masa neonatal dini sebagai kasus dan 120 bayi lahir hidup dan tidak mati pada masa neonatal dini sebagai kontrol. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas: jarak kelahiran, variabel terikat: kematian neonatal dini, dan variabel luar: umur ibu, paritas, umur kehamilan dan berat lahir. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis multivariabel menunjukkan adanya hubungan bermakna antara jarak kelahiran pendek < 24 bulan dengan kematian neonatal dini dilihat dari nilai OR = 5,16 (95% CI = 2,84-9,46); p-value = 0,001. Variabel luar yang mempunyai hubungan bermakna dengan kematian neonatal dini ialah paritas tiga atau lebih OR = 1,83 (95% CI = 1,06-3,16), p-value = 0,020; umur kehamilan < 37 minggu OR = 4,82 (95% CI = 2,65-8,81), p-value = 0,001; berat lahir rendah OR =3,52 (95% CI = 2,90-9,83); p-value = 0,001. Kesimpulan: Kematian neonatal dini lebih banyak terjadi pada jarak kelahiran pendek kurang dari 24 bulan dari pada jarak kelahiran 24 bulan atau lebih di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito Yogyakarta. Faktor yang berpengaruh terhadap kematian neonatal dini adalah jarak kelahiran pendek < 24 bulan, paritas tiga atau lebih, umur kehamilan < 37 minggu dan bayi berat lahir rendah.

Background: Worldwide it is estimated that 130 million babies are born each year, and 4 million of whom die shortly after birth. Of the infant rate, 98% of them occur in developing countries, 66 percent die in the early neonatal period, and 25-45 percent occurs in the first 24 hours after birth. In Indonesia there is 1 early neonatal death in every 7,5 minutes. Result of studies in several countries have indicated that there is inconsistentcy in the relationship of early neonatal death to birth spacing. Objective: To determine the relationship between birth spacing and early neonatal death at Central General Hospital Dr. Sardjito, Yogyakarta. Method: This study used secondary data from the Medical Records of Central General Hospital Dr. Sardjito Yogyakarta. The current research is a quantitative study with case-control design. The samples were all infants born alive in the General Hospital Dr. Sardjito Yogyakarta, and then die in the early neonatal period. The sample of 120 infants born alive and then died in the early neonatal period constitute the case, and 120 babies born alive and did not die in the early neonatal period constitute the control. Variables consisted of the independent variables (birth spacing), and dependent variables (early neonatal mortality), and external variables (maternal age, parity, gestational age, and birth weight). Data analysis was conducted using chi-square test and logistic regression. Results: Multivariate analysis demonstrated that there is a significant relationship between birth spacing < 24 months and early neonatal mortality, as seen from OR = 5.16 (95% CI = 2.84 to 9.46)., p-value = 0.001. External variables significantly association with early neonatal death are parity of three and above, OR = 1.83 (95% CI = 1.06 to 3.16), p-value = 0.020; gestational age < 37 weeks OR = 4.82 (95% CI = 2.65 to 8.81), p-value = 0.001; low birth weight OR = 5.32 (95% CI = 2.90 to 9.83), p-value = 0.001. Conclusion: Early neonatal deaths were more likely to occur in infants with short birth spacing of less than 24 months than those with longer birth spacing of 24 months or more in Central General Hospital Sardjito Yogyakarta. Factors that influence the early neonatal mortality is shorter birth spacing < 24 months, parity of three or more, gestational age < 37 weeks and low birth weight.

Kata Kunci : jarak kelahiran, kematian neonatal dini


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.