Laporkan Masalah

MAKNA PUISI “QURSU AL-ASBIRIN” DALAM ANTOLOGI AL-A‘MAL AL-KAMILAH KARYA NIZAR QABBANI: ANALISIS SEMIOTIK

MIATUN, Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum

2013 | Skripsi | SASTRA ARAB

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna puisi “Qurs}u alAsbiri> n” dalam antologi al-A‘ma>l al-Ka>milah yang ditulis oleh Niza>r Qabba>ni>. Puisi ini dianalisis dengan menggunakan teori semiotik, yaitu teori yang mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. Dalam penelitian ini digunakan tiga dari empat metode yang ditawarkan oleh Riffaterre, yaitu melihat ketidaklangsungan ekspresi, pembacaan semiotik, dan matriks. Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa makna puisi “Qurs}u al-Asbiri>n” ini adalah bahwa Palestina sekarang telah menjadi negara kecil, miskin, dan lemah sehingga mudah dipermainkan negara lain

This research aims of uncover the meaning of the poem “Qurs}u al- Asbiri>n” in the anthology of al-A‘ma>l al-Ka>milah written by Niza>r Qabba>ni. The poem was analyzed using a semiotic theory which is studies the systems, rules, and conventions that enable the signs have meaning. In this study used three methods from four methods that are offered by Riffaterre, by looking at the indirect expression, semiotic reading, and matrix. The result of this research show the meaning of poem “Qurs}u al-Asbiri>n” is that Palestine now has become a small country, poor, and weak so easy to be played another country

Kata Kunci : puisi, semiotik, dan Palestina


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.