KAJIAN DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI HULU DAS SERAYU, KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
Syifa Fauziyah, Dr. Lutfi Muta’ali, M.T
2013 | Tesis | S2 GeografiKemampuan suatu lahan untuk dapat mendukung kegiatan manusia sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia itu sendiri. Kajian daya dukung lahan pertanian dalam penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo sebagai bagian dari wilayah hulu DAS Serayu dengan mayoritas penduduk bekerja di bidang pertanian. Pengukuran daya dukung lahan pertanian dilihat berdasarkan kondisi tekanan penduduk di wilayah kajian. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi aktivitas pertanian yang dilakukan oleh petani di hulu DAS Serayu (2) menganalisis luas lahan minimal untuk hidup layak seorang petani di hulu DAS Serayu, dan (3) menganalisis daya dukung lahan pertanian di hulu DAS Serayu. Penentuan daerah penelitian dipermudah dengan membuat kluster pertanian. Diambil 3 desa sebagai sampel dari i) kluster lahan tanaman pangan pokok (Desa Serang), ii) kluster lahan tanaman sayuran (Desa Surengede) dan iii) kluster lahan tanaman perkebunan (Desa Buntu). Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang dikumpulkan melalui teknik wawancara terhadap 99 responden menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode perhitungan kuantitatif dan juga secara deskriptif kualitatif yang ditampilkan dalam bentuk tabel, grafik dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertanian yang dilakukan di hulu DAS Serayu memiliki komoditi tanaman unggulan yaitu tanaman kentang. Sistem tanam dalam setahun adalah sistem tanaman campur (Desa Buntu dan Serang) dan sistem monokultur (Desa Surengede). Frekuensi panen dilakukan 2 hingga 3 kali dalam 1 tahun. Luas lahan pertanian minimal yang dibutuhkan untuk hidup layak paling besar berada di Desa Buntu dengan 1,24 Ha/orang, kemudian Desa Serang 0,77 Ha/orang dan Desa Surengede 0,62 Ha/orang. Kondisi daya dukung lahan pertanian di Kecamatan Kejajar secara keseluruhan adalah sangat rendah, hal ini ditunjukkan dengan nilai daya dukung yang kurang dari 1 yaitu 0,36. Faktor yang paling berpengaruh dalam kondisi daya dukung lahan pertanian di wilayah kajian adalah jumlah petani yang melebihi kapasitas luas lahan pertanian.
The ability of the land to support human activity is strongly influenced by the behavior of human beings themselves. The study of carrying capacity of agricultural land in this research conducted in the Kejajar Regency of Wonosobo District as part of upstream area of Serayu Watershed with the majority population works in agriculture. Measurement of the carrying capacity of agricultural land based on the population pressure conditions in the study area. The purpose of this research are (1) to identify agricultural activities by farmers in the upstream area of Serayu Watershed, (2) to analyze the minimum land area for worthy life of a farmer in the upstream area of Serayu Watershed, and (3) to analyze the carrying capacity of agricultural land in the upstream area of Serayu Watershed. The determination of the research area should be eased by making agricultural cluster. Three villages are taken as samples of i) clusters of staple food crops (Village Serang), ii) cluster of vegetable crops (Village Surengede) and iii) clusters of plantation crops (Village Buntu). The data used in the research is primary data that is collected by interviews with 99 respondents using a questionnaire. Data analysis using the method of quantitative calculation and also qualitative description that displayed in the form of tables and maps. The results showed that agricultural activities that carried out in the upstream area of Serayu Watershed have the potatoes crops as superior plant commodity. Cropping systems in a year is a mixed crop system (Village Buntu and Village Serang) and monoculture (Village Surengede). The frequency of the harvest are 2 to 3 times in a year. The largest of least agricultural land area required for worthy life is the Village Buntu with 1.24 hectares / person, then Village Serang is 0.77 hectares / person and Village Surengede is 0.62 hectares / person. Condition of the carrying capacity of agricultural land in the District Kejajar overall is very low, it indicated by the value of the carrying capacity is 0,36, less than 1. The most influential factor in the condition of the carrying capacity of agricultural land in this area is the number of farmers that exceed the capacity of the agricultural land area.
Kata Kunci : lahan pertanian, tekanan penduduk, daya dukung lahan pertanian