Laporkan Masalah

Analisa Spasial Berbasis GIS (Geographic Information System) Hubungan Struktur Geologi dengan Keberadaan Urat Epitermal di Tambang Emas Pongkor, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

NURUL HIDAYATI, Dr. Lucas Donny Setijadji

2013 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Pongkor adalah tambang emas epitermal terbesar di Indonesia, berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Pongkor mempunyai empat urat utama yang memanjang secara paralel dengan arah relatif NW-SE (baratlaut – tenggara), ditemukan umumnya pada struktur rekahan dengan arah yang sama. Kegiatan eksplorasi di tambang emas telah dilakukan menggunakan berbagai macam pendekatan ilmu. Akan tetapi, pendekatan (interpretasi) secara kuantitatif masih belum pernah dilakukan di daerah penelitian, sehingga penulis melakukan metode analisa spasial berbasis GIS (Geographic Information System). Analisa spasial digunakan untuk mengetahui hubungan spasial antara pembentukan urat epitermal dengan beberapa aspek geologi, terutama struktur geologi. Interpretasi kelurusan (struktur geologi) berdasarkan pada citra DEM, yang dihasilkan dari peta topografi digital. Enhancements dilakukan pada citra untuk meningkatkan kualitas gambar sehingga hasil interpretasi lebih akurat dan detail. Kelurusan dianalisa menggunakan tools dalam GIS seperti buffer, clip, dan intersection sehingga dihasilkan hubungan keberadaan urat dengan struktur geologi yang berkembang secara kuantitatif. Hasil dari operasi analisa spasial kemudian divalidasi (diverifikasi) menggunakan data lapangan (seperti data pengamatan litologi dan alterasi, serta data pengukuran kedudukan urat dan kekar). Hasil dari penelitian adalah peta prediksi lokasi potensial yang dapat digunakan sebagai salah satu panduan untuk eksplorasi di wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Pongkor

Pongkor is the largest epithermal gold mining located in Bogor Regency, West Java, Indonesia operated by PT. Aneka Tambang Tbk. Pongkor has four primary veins which parallel in Northwest - Southeast relative direction. It is dominantly found in extensional fractures or faults which also in the same direction. Nowadays the exploration activity is still ongoing with multidiscipline approach. Nevertheless, quantitative interpretation has never been applied in the research area. As science growing faster, researcher want to explore the area with another method based on GIS (Geographic Information System) (hereinafter named GIS). One of these GIS methods is spatial analysis, which used to knowing spatial relationship between the occurrence of epithermal veins regarding the control of geologic aspects, especially structures (or lineaments). Interpretation of geologic structures (lineaments) is based on DEM image, which generated from digital topographic map. This image is enhanced using one of GIS tools in order to get good visual for better interpretation. Lineaments are buffered and dissolved by direction in several distance. After those spatial analyses were done, field measurements data (such as lithologic sample, structures and veins measurements) are used to verify the result of spatial analysis. The result is a map where shows the location of potential veins predicted inside Pongkor contract area. It could be one of the guidance for development evaluation in Pongkor

Kata Kunci : urat, kelurusan, analisa spasial, baratlaut – tenggara, interpretasi kuantitatif, Pongkor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.