DINAMIKA PERKEMBANGAN KOTA SALA 1746-2011
Qomarun, Ir.,MM., Dr. Ir. Arya Ronald
2013 | Disertasi | S3 Teknik ArsitekturPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa ruang-ruang di Kota Sala sering mengalami peristiwa jatuh-bangun dalam sejarah dan perkembangan kotanya, terutama akibat Bencana Sosial Kota (BSK). Untuk mengupas akar kondisi seperti itu, maka dilakukan dua kajian utama, yaitu studi morfologi kota dan bencana kota yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik, sementara pelaksanaannya dengan metode penafsiran sejarah (historis-interpretatif). Selanjutnya, hasil penelitian ini menemukan tiga hal utama, yaitu: (1) terjadi dinamika perkembangan kota model impulsif; (2) terdapat sepuluh macam faktor pemicu dinamika kota, yaitu: krisis kepemimpinan, disparitas ekonomi, budaya hipokratik, invasi, okupansi, ekspansi, polusi, eksploitasi, ekstingsi; kesadaran kolektif; dan (3) terbangun satu konsep arsitektur kota, yaitu: ruang rawan BSK. Model impulsif adalah model perkembangan kualitas kota yang berpola naik-turun, menyerupai gelombang acak daripada pola yang teratur. Faktor pertama hingga kesembilan yang tersebut di atas adalah akarakar dari bencana kota, sehingga membuat kondisi kota selalu mengalami penurunan kualitas, sementara faktor kesepuluh (kesadaran kolektif) adalah faktor yang mampu menaikkan kembali kualitas kota. Jadi, sembilan faktor versus satu faktor itu telah membuat dinamika perkembangan kota di Sala selalu terjadi. Konsep arsitektur kota yang dapat dibangun dari penelitian ini adalah ruang rawan BSK, yaitu ruang kota yang bersifat kritis karena selalu menjadi sasaran dalam BSK. Selanjutnya, penelitian ini menyarankan bahwa ilmu perencanaan dan perancangan kota sudah saatnya memunculkan rumusan baru tentang konstruksi lingkungan sosial, seperti: jarak ideal pendapatan warga; format ideal kepemimpinan kolektif; tingkat transparansi publik; dan performansi konstruksi sosial lainnya. Formula lingkungan sosial itu melengkapi rumusan dari aspek lingkungan alam dan lingkungan buatan yang sudah ada selama ini, seperti: KDB, KLB, GSJ, GSB dan RTH. Selanjutnya, disertasi ini memberikan saran kepada dunia akademik berupa penelitian lanjut tentang rumusan lingkungan sosial itu, sedangkan saran kepada para pengelola kota adalah berupa landasan kebijakan tentang saat kapan harus melakukan pengembangan atau justru harus melakukan pengobatan terhadap ruang kotanya.
The background of this study is the phenomena that the urban spaces of Sala experienced up and down because of urban disasters, especially of urban social disaster (USD). To explore the root of that problem, the research made two major studies: urban morphology and urban disaster. This study uses rationalistic paradigm, while the research method uses interpretive-historical. Afterwards, this study found three main findings as follows: (1) impulsive model as an urban development dynamic type; (2) ten factors as the root of urban development dynamic, i.e.: leadership crisis; economic disparity; cultural hypocrite; invasion; occupation; expansion; pollution; exploitation; extinction; consciousness collective; and (3) USD critical space as an urban design concept. Impulsive model is an urban development that shows the high-low quality pattern, like a random wave rather than a regular pattern. The first until the ninth factors as mention above are the source of urban disaster that drives to a lower quality, while the consciousness collective factor is the source urban development that drives to a higher quality. Hence, the nine factors versus the one factor are ultimately resulting in the rise and fall the city of Sala. The concept of urban architecture that can be built from this research was an USD critical space, the urban space which is critical condition because it has always been targeted in the urban social disaster. This study suggests that the science of urban planning and design at this time raises new formulation of ideal construction in the social environment, such as: distance of income citizen; range of collective leadership; level of public transparency; and the other social structure performance. This formula will actually complete the last formula that has already existed by natural and man-made environment aspects, like: KDB, KLB, GSB and RTH. Furthermore, this dissertation provides advice to the academic research regarding the formulation of the urban social construction, while the recommendation to the city stakeholders is the policy when the urban space should be developed or treated.
Kata Kunci : model impulsif; perkembangan kota; ruang rawan BSK; sala