ANALISIS PROSES PENGERINGAN PARUTAN KETELA POHON DENGAN MENGGUNAKAN FLASH DRYER YANG DILENGKAPI DENGAN SPINNER HORIZONTAL PADA BAGIAN PENGUMPANAN
SYAMUN PRATAMA BOWTA, Dr. Joko Nugroho Wahyu Karyadi, STP, M.Eng
2013 | Skripsi | TEKNIK PERTANIANSingkong merupakan tanaman yang sangat mudah didapatkan di seluruh bagian Indonesia. Hal ini dikarenakan kondisi tanah dan iklim di Indonesia mempunyai kriteria yang cocok untuk tanaman singkong. Pengolahan lanjut dari singkong di Indonesia ini telah banyak dilakukan, seperti diolah menjadi geplek, sawut, tepung tapioka, dan tepung singkong. Pembuatan tepung singkong bertujuan untuk memperpanjang masa penyimpanan dari bahan singkong serta mengurangi import tepung terigu. Salah satu tahap dalam pembuatan tepung singkong adalah pengeringan. Pada penelitian ini pengeringan singkong dilakukan dengan menggunakan flash dryer yang telah dimodifikasi dengan menambahakan spinner horizontal, karena flash dryer yang tersedia di laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian UGM kinerjanya belum optimal. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah melihat efektifitas dari penambahan spinner horizontal terhadap kinerja dari mesin flash dryer. Proses persiapan bahan dilakukan dengan terlebih dahulu bahan dikupas dan dibersihkan, selanjutnya bahan disawut. Sawut singkong basah selanjutnya diperas untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam sawut singkong tersebut. Penelitian dilakukan dengan 2 variabel yang divariasikan dan disatukan sehingga menghasilkan 12 perlakuan yaitu 4 perlakuan RPM yang di variasikan dengan 3 kadar air awal. Setiap variasi dilakukan pengulangan sebanyak 2, dan setiap variasi dilakukan 3 siklus sehingga mendapatkan kadar air sekitar 10%. Sebelum dikeringkan diambil sampel untuk pengukuran kadar air dengan metode thermogravimetri. Selanjutnya setiap siklus diambil sampel untuk mengukur kadar airnya. Selama siklus dilakukan pengambilan data suhu (suhu lingkungan dan suhu didalam flash dryer), kelembaban udara dengan interval waktu setiap 5 menit sekali. Data penurunan kadar air digunakan untuk mengetahui konstanta pengeringan. Dari hasil penelitian didapatkan siklus yang dibutuhkan dalam proses pengeringan setelah adanya penambahan spinner horizontal adalah 3 siklus, waktu yang dibutuhkan lebih cepat disetiap siklus. Dari nilai efisinsi pengeringan dan efisiensi pemanasan variasi RPM 950 dengan kadar air 50 – 52% adalah variasi yang paling baik untuk digunakan dengan nilai efisiensi pengeringan 20,02% dan efisiensi pemanasan 64,19%. Semakin cepat RPM yang digunakan maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan bahan. Kadar air awal yang dianjurkan dalam pengeringan adalah 50-52% dengan RPM 950
Cassava is a plane that is available right and left in Indonesia. This is because of suitable criteria of the soil and climate conditions in Indonesia for cassava plants. In Indonesia, cassava have been processed in the form of dried cassava, snack of steamed grated cassava with palm sugar, tapioca flour, and cassava flour. Manufacture of cassava flour is aimed to extend the storage of cassava and reduce importing of wheat flour. One of the stages in the processing of cassava flour is drying. In this research, cassava drying is done by using a flash dryer modified by adding a horizontal spinner, because the performance of the flash dryer in the laboratory of Faculty of Agriculture Technology, Gadjah Mada University, is not optimal. The general objective of this research is to see the effectiveness of the addition of a horizontal spinner of the performance of flash dryer machine. In preparation process of cassava flour, cassava is peeled and cleaned before shredding. Further, wet shredded cassava is squeezed to reduce the water content. The research is conducted by using 2 variable varied and combined to produce 12 treatments, they are 4 treatments RPM varied with 3 initial water content. The research is conducted by using 2 times, and each variation is 3 done cycles to get 10% water content. Before drying, sample was measured by using thermoravimetri method to know water content. After that, sample of each cycle is also measured to know the water content. During the cycle, temperature data collected (ambient temperature and in the flash dryer), air humidity by time interval 5 minutes for once. Data of water content reduction is used to know the drying constants. The results of the research find out that the cycle needed in the drying process after the addition of horizontal spinner is 3 cycles, and the time required in each cycle is faster. The efficiency value of the drying and heating of 950 RPM variation with water content of 50-52% is the best variation for being used with drying efficiency 20,02% and heating efficiency 64,19%. The faster RPM is used, the less time is needed to dry the material. The initial water content recommended in the drying is 50-52% with the 950 RPM
Kata Kunci : Tepung, pengeringan, flash dryer, singkong