Laporkan Masalah

“DODOLAN KATHOK KOLOR” JOLOK: RESILIENSI EKONOMI RUMAH TANGGA DESA SUSUKAN, COMAL, PEMALANG, JAWA TENGAH

Zuli Laili Isnaini, Dr. Setiadi., M.Si.

2013 | Tesis | S2 Antropologi

Kondisi krisis ekonomi tahun 1997 -1998 memunculkan beragam pola respon pada masyarakat pedesaan. Respon tersebut dapat dipahami sebagai bentuk upaya resiliensi melalui pekerjaan informal di luar sektor pertanian pada masyarakat di pedesaan. Resiliensi ekonomi adalah suatu ketangguhan yang diidentifikasi dari kemampuan inheren dan kemampuan adaptif. Selain itu, resiliensi ekonomi merupakan suatu kemampuan untuk mempertahankan diri yang diantaranya mampu mengalokasi dan mengakses sumber daya serta mampu menciptakan produk substitusi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan resiliensi ekonomi yang dilakukan oleh kepala keluarga pada masyarakat Desa Susukan, Comal, Pemalang, Jawa Tengah melalui pekerjaan informal non-pertanian berupa jolok. Jolok mampu dijadikan substitusi pekerjaan informal non-pertanian setelah pekerjaan migran sebelumnya sebagai buruh pabrik dan bangunan, juga petani dan buruh pertanian tidak dapat memberikan penghasilan yang memuaskan. Dengan menggunakan perspektif fenomenologi, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, analitik, dan eksplanatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatoris (live-in), wawancara mendalam, pencatatan, pendokumentasian dengan menggunakan kamera dan alat perekam yang selanjutnya direduksi, disajikan, dan diverifikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui profesi jolok, ekonomi rumah tangga jolok mengalami peningkatan standar hidup dengan pendapatan keuangan keluarga yang lebih baik. Hal tersebut dipengaruhi oleh jaringan sosial yang terbentuk pada lingkungan jolok. Jaringan sosial yang terjalin pada jolok sangat luas meliputi bagian hulu dan hilir. Bagian hulu dimulai dari proses produksi di tingkat industri rumah tangga yang melibatkan pemilik industri, pemodal (bos jolok), hingga peran hilir yaitu jolok sebagai marketing. Kuatnya jaringan sosial jolok juga tidak terlepas oleh adanya; 1) basis ekonomi, 2) basis politik, dan 3) basis kekerabatan. Selain jaringan sosial pada jolok mampu dijadikan sebagai kekuatan secara ekonomi juga mampu dijadikan alat untuk memperoleh kekuatan di bidang politik. Hal ini terbukti pada kasus Pilkades di Desa Susukan dan Klegen. Profesi jolok juga mengalami dinamika dalam mobilitas sosial, baik mobilitas secara vertikal maupun horizontal.

The 1997-1998 economic crises in Indonesia was responded by the community in various forms. Among rural community the response is in the form of working in non-agricultural-informal sector, which can be understood bas their effort to be resilient. Economic resilience is identified by inherent and adaptive capability. In addition, economic resilience is defined as the ability to defend oneself as characterized by the ability to allocate and access resources as well as to create substitute products. The research is aimed to explain economic resilience among families of Susukan village, Comal, Pemalang, Central Java, who have the non-agricultural, construction proffesion of jolok. Jolok is substitude the previous migrant job of construction work that failed to provide adequate income. Using phenomenology perspective, this research is descriptive, analytic, and explanative. Data was collected through participant observation, in-depth interview, note-taking, documentation of picture and voices. The data were then reduce, presented and verified. The research revealed that by embracing the profession of jolok families in Susukan village experienced better than standard of living and earned better income. This was due to social networks formed among jolok, which was very extensive, covering upstream and downstream level of business. The upstream level included household production that involved industry owners and their workers, capital owner (bos jolok); while the downstream level included marketing activities. The strong social network of jolos was supported by: 1) economic basis, 2) political basis, and 3) kinship basis. Jolok’s sosial network can be used not only for economic strengthening but also to build political basis as happened in village head election in Susukan and Klegen village. The profession of jolok also experienced dynamic, namely vertical and horizontal socialy mobility.

Kata Kunci : jolok, resiliensi ekonomi, dan jaringan sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.