Laporkan Masalah

PEMETAAN PROSES PERENCANAAN OBAT TAHUNAN PUSKESMAS DI KOTA PAYAKUMBUH

RAHMA YENI, Prof.Dr.Dra.Sri Suryawati, Apt.

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang Masalah : Delapan Puskesmas yang ada di Kota Payakumbuh membuat perencanaan obat tahunan puskesmas setiap akhir tahun anggaran. Perencanaan obat meliputi tahap pemilihan obat, tahap kompilasi pemakaian obat dan tahap perhitungan kebutuhan obat. Permasalahannya yaitu tidak diketahui bagaimana proses perencanaan obat tahunan di Puskesmas meliputi proses verifikasi, analisis, diskusi kembali, ketersediaan Standard Operating Procedure (SOP) dan Job description dan bagaimana hal – hal tersebut berdampak pada ketersediaan obat dan ketepatan perencanaan obat tahunan Puskesmas. Tujuan Penelitian : Secara umum penelitian bertujuan untuk memperbaiki proses perencanaan obat tahunan puskesmas di Kota Payakumbuh. Secara khusus penelitian bertujuan mengungkap proses perencanaan obat tahunan Puskesmas dan dampaknya terhadap tingkat ketersediaan dan ketepatan perencanaan obat Puskesmas serta membuat usulan SOP. Metode Penelitian : merupakan penelitian observasional dengan disain penelitian studi kasus, pengumpulan data secara retrospektif dan prospektif dengan metode wawancara mendalam dan observasi dokumen perencanaan obat tahunan puskesmas dan Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO) Puskesmas tahun 2012. Penyajian data secara deskriptif. Hasil Penelitian : Delapan Puskesmas yang ada di Kota Payakumbuh membuat perencanaan obat tahunan Puskesmas dengan cara dan proses yang berbeda-beda mulai dari proses yang sangat sederhana yaitu dari petugas gudang obat langsung diserahkan kepada Kepala Puskesmas seperti terdapat pada Puskesmas Padang Karambia, sampai proses yang kompleks yaitu dengan melibatkan semua sub unit pelayanan Puskesmas dan melewati setiap jenjang kepangkatan struktural yang ada di Puskesmas seperti pada Puskesmas Tiakar, namun hal ini belum menjamin terlaksananya perencanaan obat tahunan Puskesmas sesuai kebutuhan masingmasing Puskesmas. Proses pemilihan obat, proses verifikasi, analisis sampai tahap perhitungan kebutuhan obat Puskesmas juga berbeda antar Puskesmas. Tidak satupun dari delapan Puskesmas yang ada di Kota Payakumbuh, melakukan diskusi atau sosialisasi kembali perencanaan obat yang sudah ditandatangani Kepala Puskesmas. Persamaan dari delapan Puskesmas tersebut adalah belum mempunyai prosedur tetap perencanaan obat tahunan Puskesmas serta belum ada job description diantara petugas yang terlibat dalam proses perencanaan obat tahunan Puskesmas walaupun perencanaan sudah dilakukan secara bottom up dengan mengikutsertakan petugas sub unit pelayanan Puskesmas, Pustu, Poskeskel, Polindes dan pemegang program.

Background: Eight Public Health Centers (Puskesmas) in Payakumbuh City prepared annual drug plan every end of fiscal year. Drug planning included drug selection, compilation, and calculation. It was unknown whether the annual drug planning process included verification, analysis, discussion, and whether an SOP and job description were available. It was also unknown how the process affected the availability and accuracy of the annual drug planning. Objectives: In general, the study aimed to improve Public Health Center annual drug planning process in Payakumbuh City. Specifically, the study aimed to reveal Public Health Center annual drug planning process and its impact on the levels of availability and accuracy of Public Health Center annual drug planning and to prepare a draft of SOP. Methods: Observational case study design. Data were collected retrospectively and prospectively with in-depth interview and observation of Health Center annual drug plan documents and Public Health Center LPLPO 2012. Data were presented descriptively. Results: The eight Public Health Centers prepared annual drug plans in different ways, ranging from the simplest process, i.e. only involved drug storage staff and the Head of Public Health Center as in Padang Karambia, to the very complex process involving all subunits structural rank of Public Health Center such as in Tiakar. However, these did not guarantee that the implementation of annual drug planning was in accordance with the needs of the respective Health Centers. Drug selection process, verification process, analysis to drug needs calculation stage of each Health Centers also varied widely. None of the Health Centers discussed or provided feedback the final drug plans to the staff. In common, the eight Health Centers did not have SOP nor job description for personnel involved in annual drug planning although the process had been conducted bottom up, involving all sub-units of Health Centers, Health Centers, Village Health Posts, Village Maternity Homes and program implementers.

Kata Kunci : perencanaan, puskesmas, verifikasi, analisis, diskusi, job description, SOP


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.