PENINGKATAN KEMAMPUAN BIDAN DESA DALAM PENGOBATAN RASIONAL PADA PENYAKIT ISPA NON PNEUMONIA DI KABUPATEN SAMOSIR DENGAN INTERVENSI EDUKASI
blasman septa sitanggang, Prof.Dr.Dra. Sri Suryawati, Apt.
2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Bidan desa dalam melaksakan tugasnya bukan hanya melayani KIA,ibu hamil dan ibu nifas tapi juga sering dihadapkan dengan masalah kesehatan yang umum di masyarakat seperti ISPA, hipertensi, rematik dan lainnya sehingga menuntut bidan tersebut memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih yang dapat diperoleh dari pendidikan dan latihan yang sesuai. Untuk meningkatkan pengetahuan bidan desa maka dilakukan Intervensi berupa peningkatan pengetahuan (edukasi) dengan menggunakan metode pelatihan yang efektif dan efisien seperti metode ceramah dan diskusi kelompok kecil. Tujuan Penelitian. Mengukur pengetahuan bidan desa dalam pengobatan yang rasional pada ISPA non Pneumonia. Menguji coba metode ceramah dan metode Diskusi Kelompok Kecil (DKK) dalam pemberian edukasi kepada bidan desa dan mengukur dampak edukasi terhadap pengetahuan dan keterampilan bidan desa. Metode Penelitian. Penelitian dengan menggunakan metode kuasi eksperimental dengan rancangan pre dan post test dengan kontrol. Intervensi yang dilakukan adalah pelatihan dengan metode ceramah dan DKK serta melihat efektifitas dan efisiensi dari kedua metode ini. Hasil. Pengetahuan bidan desa diperoleh dari hasil pre test dengan nilai rerata 51,11 dari nilai maksimum 100. Keterampilan bidan desa dalam pemberian terapi yaitu terdapat 12 orang memberikan pengobatan yang tidak perlu (penggunaan antibiotika dan polifarmasi) dari 18 orang bidan desa. Pengetahuan bidan desa setelah intervensi diperoleh dari hasil post test dengan nilai rerata 90,5 dan 90,0 untuk kelompok DKK dan Ceramah. Keterampilan bidan desa setelah intervensi diperoleh dari terapi yang diberikan tigapuluh hari setelah intervensi dimana bidan desa memberikan pengobatan yang tidak perlu sebanyak 5 orang dari 18 orang. Kesimpulan. Intervensi edukasi metode DKK dan metode ceramah efektif dalam meningkatkan pengetahuan bidan desa. Metode DKK merupakan metode edukasi yang lebih efisien dibandingkan dengan metode ceramah. Peningkatan pengetahuan bidan desa dapat merubah perilaku dalam memberikan terapi.
Background. The village midwife in conducting their job not only serve the maternal and child health, pregnant mother and childbed mothers but also often confronted with common health problems in community such as Acute Respiratory Infections (ARI), hypertension, rheumatism and other so that demanding the midwive has more knowledge and skills that can be acquired from appropriate education and training. To increase the village midwife knowledge was performed interventions in the form of increasing knowledge (education) by using an effective and efficient training methods such as lectures method and small group discussions. Research Objectives. To measure the village midwives knowledge in the rational treatment at non Pneumonia ARI. To test and trial the lecture methods and Small Group Discussion (SGD) method in education to the village midwife and measures the education impact to the knowledge and skills of the village midwives. Research Methods. The research using quasi-experimental method with pre and post test design with a control. Intervention conducted is training with the lecture method and SGD and see the effectiveness and efficiency of these two methods. Results. The village midwife knowledge are acquired from pre test result with the mean value of 51.11 from maximum value of 100. The village midwives skill in therapeutics i.e. there are 12 people giving unnecessary treatment (antibiotic use and polypharmacy) from 18 village midwives. The village midwife knowledge after intervention is obtained from post test results with mean value of 90.5 and 90.0 for SGD and Lectures groups. The village midwife skills after intervention was obtained from therapy given thirty days after intervention where the village midwives gives unnecessary treatment as many as five people from 18 people. Conclusion. Education intervention of SGD and lecture method are effective in increasing the village midwife knowledge. SGD method was more efficient method of education than the lecture method. The increase of the village midwife knowledge can change behavior in providing therapy.
Kata Kunci : ISPA non Pneumonia, Pengobatan yang rasional, Bidan desa, Intervensi Edukasi