Evaluasi Kebijakan pemberian Subsidi Uang (Fundus Transférencia Publika) kepada kelompok Perempuan Miskin di Timor Leste
LUIS ATI RAO DOS REIS DE NERI, Dr. Nunuk Dwi Retnandari
2013 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPemberian subsidi bagi kelompok perempuan miskin di Timor Leste merupakan program pemerintah sebagai kebijakan dalam memberdayakan kaum perempuan melalui industri rumahan (Home Industry), dengan demikian kaum perempuan dapat memiliki aktivitas di luar rumah dan memiliki usaha mandiri bagi peningkatan ekonomi rumah tangga demi memenuhi kebutuhan dasar lainnya. Melihat keberhasilan berbagai kelompok usaha sangat jelas bahwa pemerintah memiliki peran memegang posisi penting akan keberlangsungan program subsidi bagi peningkatan perekonomian. Pemerintah begitu konsen terhadap permasalahan ekonomi dengan memberikan subsidi, oleh karena kondisi ekonomi yang mapan dapat memberikan jaminan sehatnya kondisi non-ekonomi lainnya. Perempuan menjadi korban kemiskinan yang paling besar, penyebabnya karena minimnya akses perempuan pada bidang perekonomian, politik, sosial, pendidikan dan kesehatan membuat posisi perempuan selalu terjepit dan tenggelam dalam kubangan kemiskinan, marginalisasi, diskriminasi dan eksploitasi yang menyebabkan perempuan pada umumnya tidak mempunyai bakat dan keahlian khusus, maka mereka memilih bekerja sebagai pembantu rumah tangga (pramuwisma), buruh tani, buruh perkebunan, pedagang kaki lima dan buruh bangunan, pemulung, buruh pabrik, pekerjaan migran serta adanya keterpaksaan bekerja sebagai pekerja seks komersial Keberhasilan kelompok perempuan dalam mengelola usaha rumahan (Home industry), ini tidak terlepas dari peran dan upaya pemerintah dalam menciptakan/meningkatkan kapasitas kelompok usaha, baik secara individu maupun kelompok, oleh karena dengan peningkatan kapasitas kelompok usaha ini dapat memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup dan kemandirian. Pengelolaan program subsidi dalam usaha rumahan yang berjalan selama ini telah berdampak positif pada pemberdayaan kaum perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan. Namun demikian, hal ini memerlukan keterlibatan yang lebih besar dari perangkat pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai.
Subsidy for poor female in Timor Leste is a government program as a policy to empower female by utilizing home industry; hence female can have more productive activities outside home to further develop home economy’s welfare in order to fulfil other basic needs. From the successes of various entrepreneur groups, we can derive that the government held an important role in the sustainability of the subsidy for economic developments. The government is so concentrated in economic problems by handing out subsidy, because a reliable economic condition can guarantee the quality of other non-Ââ€economic conditions. Female is one of the largest victims to poverty, mostly due to the poor access to economic, social, politics, education, and healthcare. This condition causes them to be drowned in poverty, marginalization, discrimination, and exploitation, which causes uneducated or unskilled female forced to work as servants, peasants, street sellers, factory labour, tramp, and some were forced by situation to become prostitutes. The success of female groups in managing the home industry is also affected by the government’s role and effort in creating and improving the capacity of work groups, both individually and in groups. The improvement of this work group could solve the various problems related to the efforts in welfare quality improvement and self-Ââ€sufficiency. The management of this subsidy program for home industries so far have shown good impact in the developments of female in increasing welfare. However this needs more attention from both the central and local government and various parties to give the chance and ensuring sustainability of the achieved results.
Kata Kunci : Program Subsidi, Peningkatan kesejahteraan dan dampak program subsidi bagi pemberdayaan perempuan