KETERBATASAN JAMINAN SOSIAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM PEMBIAYAAN KESEHATAN KORBAN LUMPUR LAPINDO DI DESA BESUKI TIMUR
NITA ANGGRAINI, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si
2013 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANLuapan lumpur Lapindo tidak hanya menghilangkan asset dan mata pencaharian masyarakat yang hidup di sekitar wilayah luapan lumpur. Bencana lumpur Lapindo juga menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Kondisi air, tanah dan udara yang tercemar luapan lumpur mengakibatkan banyak warga yang bertempat tinggal disekitar luapan lumpur terserang berbagai penyakit. Hilangnya sumber ekonomi menyebabkan masyarakat tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik bahkan ada diantara mereka yang meninggal dunia disebabkan ketidakmampuan mereka untuk membayar biaya pengobatan yang semakin mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kehadiran komunitas jimpitan sehat untuk memenuhi hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang baik merupakan sebuah hal positif di tengah kondisi masyarakat yang rentan dan proses ganti rugi asset masyarakat yang tidak kunjung tuntas. Komunitas jimpitan sehat yang lahir dari kearifan lokal masyarakat pedesaan untuk saling gotong-royong dan bahu membahu mampu menjadi media bagi masyarakat Desa Besuki Timur khususnya bagi komunitas jimpitan sehat untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mereka akan kesehatan namun seiring berjalannya waktu, komunitas ini mengalami penurunan peran dan penurunan keanggotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana keterbatasan kelembagaan jaminan sosial berbasis masyarakat dalam pembiayaan kesehatan korban lumpur Lapindo dan apa yang menjadi penyebab keterbatasan kelembagaan jaminan sosial berbasis masyarakat yang ada di Desa Besuki Timur. Teori Solidaritas Durkehim dan Komter serta teori kelembagaan Uphoff menjadi konsep kunci dalam menganalisa temuan di lapangan sesuai dengan permasalahan yang diteliti yakni keterbatasan kelembagaan jaminan sosial berbasis masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Desa Besuki Timur Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, informan dalam penelitian ini ialah semua pihak yang terlibat dalam proses jaminan sosial berbasis masyarakat dalam pembiayaan kesehatan korban lumpur Lapindo di Desa Besuki Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisa keterbatasan kelembagaan dalam jaminan berbasis masyarakat serta hal apa saja yang menyebabkan keterbatasan kelembagaan dalam jaminan sosial berbasis masyarakat ini. Keterbatasan kelembagaan jaminan sosial dalam pemberdayaan kesehatan di Desa Besuki Timur disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya ialah pengelolaan jimpitan sehat yang terbatas disebabkan keterbatasan pengetahuan masyarakat, adanya perbedaan persepsi dan motivasi dalam kepesertaan jimpitan sehat, kesibukan dalam pengurusan ganti rugi masyarakat dan pudarnya “trust†dalam masyarakat. Sedangkan faktor eksternal yang menyebabkan keterbatasan kelembagaan jaminan sosial berbasis masyarakat ini disebabkan adanya rivalitas antara program pemerintah dengan jaminan sosial berbasis masyarakat ini dan konflik kepentingan antar tokoh Desa Besuki Timur.
Lapindo mudflow has became one of the huge disasters in Indonesia after Tsunami 2004. It has not only broken of assets and livelihood of people living around the area mudflow but also caused negative impacts on public health. The condition of water, soil and air have polluted by Lapindo mudflow as it has caused various diseases to many residents who lived around the area. The community have not abled to get adequate health care because they lost their economic resources. Besides, among them passed away because they as the middle and lower economic community was not able to pay expensive medical expenses. In response to the tragic situation, local people have a unique way to cope with that disaster. They formed the financial coping strategy regards to health issue namely Jimpitan. The emergence of Jimpitan community which meet the people’s right to good health care is a positive action in the midst of vulnerable people and assets of the compensation process that never completed. Jimpitan encourages healthy community of indigenous rural communities for mutual assistance to each other and work together to become a medium for the village of East Besuki especially for a healthy Jimpitan community to increase their understanding and knowledge of health. However, they have some limitations to deal with their problems. This study aims to analyze how the limitations of the community based on social security protection in befriend health of Lapindo mudflow victims in one side, and what the cause of the limitations of the community in the village of East Besuki in other side. To address those problems, Durkeim’s and Komter’s theory of community based social security as well as Uphoff’s institutional theory became a key concept in analyzing the findings in the field in accordance with the problems that we studied. This study is focused on one site area at the East Besuki village, Jabon subdistrict, Sidoarjo regency. Some informants in this study are that all parties involved in the process of community based social security in health financing Lapindo mudflow victims. The study used a qualitative approach to analyze how institutional constraints within the community based social security and what might cause limitations in this community based social security. This study reveals that the limitations of social assurance in health financing are caused by two factors namely internal and external factors. Internal factors include healthy Jimpitan management which is limited due to lack of public knowledge, differences of perceptions and motivations in participation Jimpitan healthy as well as busy in the management of compensation society and fading of trust in the community. The external factors that cause limitations of community based social security institutions are due to the rivalry between the community based social security program and conflict of interest between East Besuki village leaders.
Kata Kunci : Jaminan sosial berbasis masyarakat, keterbatasan kelembagaan, pembiayaan kesehatan