TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERAN BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU TERKAIT KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI DI SENTOLO KULON PROGO
Faradilla Melina Jannah, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Magister HukumTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) pada penanaman modal kawasan peruntukan industri di Sentolo Kulon Progo sekaligus kendala dalam kaitan dengan peningkatan penanaman modal yang dihadapi serta upaya penanggulangannya. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, yakni penelitian dan penganalisisan data sekunder yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian dan penganalisisan data primer. Metode analisis kualitatif digunakan baik terhadap data sekunder maupun data primer, dimana dilakukan dengan mengumpulkan dan menyeleksi data sekunder dari studi lapangan untuk dan dihubungkan dengan teori yang didapat dari studi pustaka sehingga dapat didapat jawaban atas permasalahan. Selanjutnya hasil dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa BPMPT berperan melaksanakan pelayanan perizinan; menyelenggarakan kerjasama dan promosi penanaman modal; memberikan data dalam rangka pelaksanaan penanaman modal; mempelajari dan mensosialisasikan peraturan perundangan, kebijakan, pedoman dan petunjuk pelaksanaan terkait penanaman modal; melakukan survei serta pelayanan pengaduan dan advokasi; melakukan pengendalian penanaman modal; serta terutama dalam kaitannya dengan kawasan peruntukan industri menjadi kawasan industri di Sentolo Kulon Progo adalah turut serta mewujudkan dan mengembangkannya. Dalam pelaksanaan peningkatan penanaman modal, badan mengalami kendala berupa terbatasnya jumlah personil, dana dan gedung yang dimiliki yang disiasati dengan pengoptimalan pelaksanaan seluruh fungsi badan dengan jumlah personil, dana yang dimiliki serta koordinasi antar gedung setiap senin pagi; kesulitan pengadaan tanah yang diselesaikan dengan badan menjadi jembatan antara penanam modal dan pemilik tanah guna mencapai harga ganti rugi tanah terbaik; serta perubahan regulasi cukup cepat yang ditanggulangi dengan mengambil sisi positif dan menanamkan anggapan bahwa perubahan regulasi justru akan meningkatkan penanaman modal kawasan peruntukan industri Sentolo Kulon Progo.
The purpose of this study is to know role of Investment and Integrated Licensing Board (BPMPT) in allotment designation of industrial areas in Sentolo Kulon Progo once the obstacles related increasing investment encountered and the mitigation efforts. This study empirical jurisdiction, the research and analyzing secondary data which is followed by research and analyzing primary data. Qualitative analysis method is used to both secondary data and primary data, which is done by gathering and selecting secondary data from field studies to and connected with the theory obtained from the literature that can be obtained answers to the problems. Furthermore, the results presented descriptively. The research results indicate that Investment and Integrated Licensing Board (BPMPT) role as the licensing services implementer; organizing cooperation and investment promotion; provide data in order to implementation of investment; learn and socialize regulations, policies, guidelines and instructions related implementation of investment; conduct surveys, complaints and advocacy services; controlling investment; especially in relation to the allotment designation of industrial areas become industrial areas in Sentolo Kulon Progo are participating to manifest and develop it. In practice, the board experienced problems such as the limited number of personnel, funds and building which overcome by optimizing the implementation of all functions of the body by the number of personnel, available funds and buildings coordination on monday morning; land acquisition difficulties are solved by the efforts of the board to be a bridge between investors and landowners to achieve the best compensation price of land; and the regulatory rapidly changes which are enough that it dealt with a positive mindset and embeded assumption that regulatory changes will actually improve the investment in allotment designation of industrial areas Sentolo Kulon Progo.
Kata Kunci : Penanaman modal, Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT), Kawasan peruntukan industri dan kawasan industri