PERANAN ETOS KERJA ISLAMI SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN KERJA DAN SUMBERDAYA KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA
ANNISAA MIRANTY NURENDRA, Supra Wimbarti, M.Sc., Ph.D.,
2013 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiUntuk menghadapi tantangan global, organisasi perlu meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki tenaga kerjanya. Salah satu variable yang berkorelasi positif dengan kinerja karyawan adalah keterikatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterikatan kerja (work engagement) di Perguruan Tinggi Islam ditinjau dari tuntutan kerja (job demands) dan sumberdaya kerja (job resources) dengan etos kerja Islami (Islamic Work Ethics) sebagai variable moderator. Aspek-aspek tuntutan kerja yang digunakan adalah beban kerja, tuntutan emosional dan konflik pekerjaan-rumah tangga. Sedangkan aspek sumberdaya kerja yang dikaji adalah autonomi, kesempatan pengembangan diri, dan dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan metode kuantitatif dimana data dikumpulkan dengan menggunakan 4 skala, yaitu : Skala Tuntutan Kerja, Skala Sumberdaya Kerja, Skala Etos Kerja Islami dan Skala Keterikatan Kerja. Subjek penelitian adalah dosen dan karyawan Universitas Islam X yang telah menikah dan berkeluarga sejumlah 165 orang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan pendekatan dua langkah. Hasil penelitian menunjukkan pada Job Demands-Resources Model, variabel etos kerja Islami memiliki efek moderasi hanya pada hubungan antara tuntutan kerja dengan keterikatan kerja. Sedangkan pada hubungan antara sumberdaya kerja dengan keterikatan kerja, etos kerja Islami terbukti tidak menjadi variabel moderator. Penjelasan mengenai temuan penelitian, aplikasi praktis dan saran untuk penelitian selanjutnya didiskusikan lebih lanjut.
This study examined the role of Islamic Work Ethics as the moderating variable in the relationship between job demands and job resources to work engagement. Three aspects of the job demands (workload, emotional demand, work-home conflict) and three aspects of job resources (autonomy, self development opportunity, social support) were applied to the model. Data were collected from 165 academic staff from an Islam University in Yogyakarta. The Structural Equation Modelling (SEM) with two step approach is used to analyze the data. The result of the study showed that at the Job Demands-Resources Model, Islamic Work Ethic has moderating effect only in the relationship between job demands to work engagement. The hypothesis that Islamic Work Ethic will have moderating effect in the relationship between job resources to work engagement was rejected. Implications of this study are discussed, together with limitations and suggestions for further research.
Kata Kunci : keterikatan kerja, tuntutan kerja, sumberdaya kerja, etos kerja Islami, structural equation modelling.