KUALITAS PELAYANAN PARKIR Di TEPI JALAN UMUM KOTA YOGYAKARTA
ABDIANA ILOSA, Prof. Warsito Utomo
2013 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikParkir Kota Yogyakarta dijadikan sebagai lahan bisnis, bukan hanya oleh Pemerintah Daerah sebagai salah satu variabel pendapatan asli daerah (PAD) lewat retribusi parkir di tepi jalan umum (TJU) dan retribusi tempat khusus parkir (TKP), tetapi juga oleh pihak swasta misalnya pusat perbelanjaan sebagai fasilitas yang merekla sediakan untuk konsumen. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan PerdaNo. 18 Tahun 2009 tentang Perparkiran dan Perda No. 19 Tahun 2009 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.Mulai tahun 2010 Pemerintah Kota Yogyakarta, sesuai Perda Perparkiran dan Perda Retribusi Parkir Tepi Jalan, memberlakukan kenaikan tarif parkir untuk semua jenis kendaraan, menyederhanakan kawasan, dan menambah porsi bagi hasil pungutan retribusi parkir kepada juru parkir. Dengan kebijakan ini diharapkan penerimaan retribusi parkir meningkat, pelayanan parkir lebih aman dan nyaman, dan arus lalu lintas lancar.Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini meneliti bagaimana kualitas parkir di tepi jalan umum Kota Yogyakarta dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas pelayanan parkir di tepi jalan umum Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data dikumpulkan dari data primer dan data sekunder kemudian dianalisa secara kualitatif, dengan memakai indikator kualitas pelayanan : 1). tangible (bentuk fisik); 2). Rability (keandalan); 3). Transaparan (kejelasan dan kepastian); dan security (jaminan keamanan). Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan parkir memakai indikator: 1). SDM; 2). Struktur Organisasi; 3). Sarana dan Prasarana; dan 4). Sistem Pelayanan. Setelah dilakukan penganalisaan dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan parkir di tepi jalan umum Kota Yogyakarta kurang baik dan belum sesuai dengan keinginan masyarakat secara ideal. Hal ini karena letak ruang parkir yang tidak pada tempatnya yang mengganggu kapasitas jalan raya dan mengganggu kapasitas pejalan kaki dan juga mengakibatkan kemacetan. Kemudian tarif yang dipungut oleh petugas parkir yang tidak sesuai dengan tarif resmi. Hal ini terjadi karena faktor ruang parkir yang tidak cukup menampung banyak nya kendaraan sehingga memakai kapasitas jalan raya. Kemudian SDM dinas perhubungan yang melakukan pengawasan langsung ke lapangan hanya juru pungut yang berjumlah 12 orang untuk mengawasi juru parkir 900 orang diluar pembantu juru parkir jadi tidak efektif, sehingga juru parkir banyak melakukan kecurangan-kecurangan demi mengejar keuntungan pribadi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis merekomendasikan beberapa hal antara lain: 1) menerapkan metode pengendalian parkir; 2) di jalan Malioboro di buat kantong parkir; 3) menyelenggarakan pelatihan kepada petugas parkir; 4) setoran berdasarkan patokan; dan 5) menambah jumlah aparatur pengawasan.
In Yogyakarta parking haas become business field, not only for local government as variable of original local revenue throught a lerry on the edge of public street parking and special parking place levy but also private sector shoping center as facillity that ordered to consumer. Therefore, the City Government set regional regulation No. 18 in 2009 about parking and regional regulation No. 19 in 2009 about levy on the edge of public street parking.Starting in 2010 the Government of Yogyakarta , according to regional regulation about parking and levy on the edge of public street parking, impose a tariff increase of parking for all vehicle types, simplify regions, and increase the share of the pickings of parking levies to the parking oparator. This policy expected to increase parking levy’s revenues, more secure services and convenient parking, and traffic flows smoothly. Based on this, this study examines how the quality of parking at the edge of the public roads of the city and what factors that affect the service quality on the edge of public street parking. This research uses qualitative descriptive method where data collected from primary data and secondary data then analyzed using qualitative indicators of quality of service: 1). tangible 2). Reliability ; 3.) Transaparan and 4.) security . Then the factors that affect the parking servise quality using indicators : 1). human resources; 2) organizational structure; 3). facilities and infrastructure; and 4). Service System. After the analysis service quality of parking on the edge of public street parking less well and yet according to the wishes of the community. This is because the layout of the parking spaces are not in place that interfere with the capacity of highways and disrupting the pedestrian capacity and also lead to congestion. Then the rates charged by parking operator which do not comply with official rates. This occurs due to insufficient parking spaces accommodate many of his vehicle so using highway capacity. The human resources of Transportastion Department that monitor directly into the field just a pick up that add up to 12 people to keep an eye on the parking lot 900 people outside the parking operators so ineffective, so that a parking lot of cheating in order to pursue personal gain. Based on the results of the study, the authors recommend a couple of things: 1) implement control methods of parking; 2) create pockets of parking in Malioboro Street ; 3) organizes training to parking operators ; 4) deposit based on benchmark; and 5) increased the number of supervisory apparatus.
Kata Kunci : pelayanan parkir, Kualitas pelayan parkir, parkir TJU, ruang parkir