TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM RUBRIK READER’S FORUM DI THE JAKARTA POST
SUFIL LAILIYAH, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2013 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini mengkaji tentang tindak tutur direktif dalam rubrik Reader’s Forum di The Jakarta Post. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan jenis tindak tutur direktif dalam rubrik Reader’s Forum di The Jakarta Post, mendeskripsikan maksud tindak tutur direktif dalam rubrik Reader’s Forum di The Jakarta Post, dan mendeskripsikan strategi kesopanan yang digunakan dalam tuturan direktif yang ada dalam Reader’s Forum di The Jakarta Post. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Beberapa metode digunakan dalam penelitian ini. Pertama, dalam mengumpulkan data digunakan metode simak atau observasi. Kedua, dalam menganalisis data digunakan metode kontekstual. Dan yang ketiga, dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode penyajian informal. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Berdasarkan jenisnya, tindak tutur direktif terbagi menjadi tindak tutur langsung dengan modus kalimat imperatif, tindak tutur tidak langsung dengan modus kalimat deklaratif dan interofatif, dan tindak tutur literal. Kemudian, berdasarkan makna atau maksudnya, tindak tutur direktif memiliki 8 maksud, yakni (1) maksud memerintah/menyuruh, ditemukan dengan bentuk kalimat imperatif yang diawali kata kerja dasar dan kalimat deklaratif dengan kata kerja bantu must dan have to; (2) maksud melarang, ditemukan dengan bentuk kalimat imperatif dengan kata kerja bantu do not dan kalimat deklaratif yang menggunakan kata kerja bantu should not; (3) maksud meminta, ditandai dengan adanya penanda kesopanan please pada kalimat imperatif dan juga penggunaan kata kerja bantu modal can/could dalam kalimat interogatif; (4) maksud menyarankan/menganjurkan, ditemukan dengan bentuk kalimat deklaratif yang menggunakan kata kerja bantu should dan need to, menggunakan perhaps dan maybe, menggunakan kata kerja performatif seperti I suggest that... Selain itu, ditemukan dalam bentuk kalimat interogatif, seperti why don’t they... dan why can’t they..., serta dalam bentuk impersonal seperti tuturan it’s better for you to start work immediately. Berdasarkan data yang diperoleh, maksud menyarankan ditemukan paling banyak muncul dalam rubrik Reader’s Forum; (5) maksud mengajak ditandai dengan penggunaan kata kerja let’s; (6) maksud memperingatkan, dengan kalimat imperatif dengan kata kerja dasar remember di awal kalimat, dan kalimat deklaratif seperti I remind you...; (7) maksud mengharapkan, ditandai dengan adanya kata kerja hope dan expect; dan yang terakhir (8) maksud membiarkan, ditandai dengan penggunaan kata kerja let yang diikuti objek orang ketiga tunggal maupun jamak. Dan yang terakhir, strategi kesopanan yang digunakan dalam mengungkapkan tuturan direktif dalam rubrik Reader’s Forum di The Jakarta Post menerapkan dua strategi, yaitu strategi kesopanan positif dan strategi kesopanan negatif. Strategi kesopanan positif dilakukan dengan tindakan: (1) menggunakan penanda yang menunjukkan kesamaan jati diri atau kelompok; (2) berusaha melibatkan penutur dan lawan tutur dalam suatu kegiatan tertentu; dan (3) memberikan dan meminta alasan. Sedangkan strategi kesopanan negatif dilakukan dengan tindakan (1) mengungkapkan secara tidak langsung; (2) melakukan secara hati-hati dan tidak terlalu optimistik; (3) memberikan penghormatan; (4) tidak menyebutkan penutur dan lawan tutur; dan (5) menyatakan tindakan mengancam wajah sebagai suatu ketentuan sosial yang umum berlaku.
This study examines directive speech act in Reader’s Forum rubric of The Jakarta Post. The aims of this study are to explain type of directive speech act in Reader’s Forum rubric of The Jakarta Post, meaning of directive speech act in Reader’s Forum rubric of The Jakarta Post, and politeness strategy used in Reader’s Forum rubric of The Jakarta Post. This study uses descriptive qualitative approach. Some methods used in this study. First, the data were collected by using observation method. Second, the data were analyzed by using contextual method. Third, In presenting the result of data analysis, the researcher used an informal method of presentation. The results of this study are as follow. First, there are three types of directive speech acst; they are direct speech act, indirect speech act, and literal speech act. Second, the meaning of directive speech act can be (1) command, found in imperative sentence by using base verb in the beginning of the sentence or utterance, and declarative sentence by using auxiliary verb “must†and “have toâ€; (2) prohibition, found in imperative sentence by using auxiliary verb “do notâ€, and declarative sentence by using auxiliary verb “should notâ€; (3) request, characterized by politeness marker “please†in imperative sentence and also the use of modal can/could in interrogative sentences; (4) suggestion, found in declarative sentence by using modal “should†and “need toâ€, words “perhaps†and “maybeâ€, using performative verbs such as I suggest that ... In addition, it is found in t interrogative sentences, like “why do not they...†and “why can’t they...â€, and in an impersonal form such as “it's better for you to start work immediatelyâ€; (5) invitation, found in imperative sentence by using verb “let’sâ€; (6) warning, found in imperative sentences by using base verb in the beginning of the sentence like “rememberâ€, and in declarative sentences such as “I remind you...â€; (7) pray, found in declarative sentence by using “hope†and “expectâ€; and (8) allowing, found in imperative sentences by using “let†in the beginning of the sentence followed by first person singular and plural. Third, there are two politeness strategies found in Reader’s Forum rubric, they are positive politeness strategy and negative politeness strategy. Positive politeness strategy used by (1) using in-group identity markers; (2) including both speaker and hearer in the activity; (3) giving or asking for reasons. Negative politeness strategy used by (1) being conventionally indirect; (2) being pessimistic; (3) giving deference; (4) impersonalizing speaker and hearer; and (5) stating the face threatening act (FTA) as a general rule.
Kata Kunci : tindak tutur direktif, strategi, kesopanan