ANALISIS GEODINAMIKA LIMA STASIUN PASUT PULAU JAWA DENGAN DATA PENGAMATAN GPS TIGA EPOK
Muhammad Iqbal Taftazani, Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc.
2013 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaIndonesia memiliki tatanan tektonik yang kompleks karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yaitu lempeng Eurasia, Hindia-Australia dan Pasifik. Penunjaman lempeng Eurasia dan Hindia-Australia memberikan dampak yang besar bagi Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Akibat dari aktivitas lempeng tersebut, Pulau Jawa mengalami pergerakan secara perlahan dengan kecepatan berkisar antara 4 s.d. 7 cm/tahun ke arah Timur Laut (Hamilton, 1979; Bock, dkk, 2003; Kundu dan Gahalaut, 20100). Data BPS menyebutkan bahwa separuh penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa, selain itu infrastruktur penting lainnya juga berada di Pulau Jawa (BPS, 2010). Oleh karena strategisnya Pulau Jawa dan kondisi geodinamika yang dinamis, maka diperlukan studi geodinamika untuk mengetahui pola dan kecepatan pergerakan lempeng Pulau Jawa tersebut. Berbagai studi geodinamika telah dilakukan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Sebagian besar memiliki distribusi titik pengamatan di bagian tengah Pulau Jawa, sedangkan pada bagian boundary (batas terluar) Pulau Jawa belum diteliti secara detil. Penelitian ini menggunakan data pengamatan GPS selama tiga epok, yaitu tahun 2009, 2010 dan 2012 dimana pada setiap tahun tersebut dilakukan pengamatan GPS selama 4 hari (4 DOY). Lokasi pengamatan berada di lima stasiun pasut Pulau Jawa, yaitu Cilacap, Pameungpeuk, Prigi, Sunda Kelapa dan Tanjung Mas. Pengolahan data dilakukan menggunakan GAMIT/GLOBK serta menggunakan titik ikat IGS BAN2, GUUG, KARR, AUCK, KGNI, NTUS dan XMIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan besar kecepatan pergerakan stasiun pasut yang terletak di bagian boundary Pulau Jawa, di mana pada bagian boundary tersebut merupakan daerah yang paling dekat area penunjaman lempeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempeng Pulau Jawa, yang diwakili oleh keberadaan stasiun pasut, memiliki kecenderungan bergeser ke arah selatan-timur (south east) dengan kecepatan berkisar antara 0,9 s.d. 65,9 mm/tahun (X), 3,1 s.d. 125,1 mm/tahun (Y), dan 4,0 s.d. 31,7 mm/tahun (Z), kecuali stasiun PRIG pada rentang tahun 2009 s.d. 2010 yang memiliki kecenderungan bergeser sedikit ke arah timur dengan kecepatan 26,2 mm/tahun (X), 1,2 mm/tahun (Y) dan 4,3 mm/tahun (Z), serta stasiun SUND pada rentang tahun 2010 s.d. 2012 yang bergeser ke arah barat daya dengan kecepatan 6,9 mm/tahun (X), 77,0 mm/tahun (Y) dan 10,5 mm/tahun (Z).
Indonesia has a complex tectonic structure because it is located at the confluence of three major plates, the Eurasian plate, the Indian-Australian and Pacific. Plate subduction between Eurasian plate and the Indian-Australian lead big impact for Indonesia, particularly in Java. The activity of these plates lead Java island in movement at 4-7cm/year direction to northeast (Hamilton, 1979; Bock, et al, 2003; Kundu and Gahalaut, 2010). BPS data stated that half of the population of Indonesia is in Java, besides other critical infrastructure are also located on Java island (BPS, 2010). Because of its strategic and geodynamic conditions it was necessary geodynamic studies in Java island to determine the pattern and velocity of the movement in Java island. Various geodynamic studies have been conducted in Indonesia, particularly in Java. Most of the studies had a distribution point in the center of Java island, while at the boundary Java had not been studied in detil. This study used GPS observations data during three epochs (2009, 2010 and 2012). In every year the station was observed for four day (4 DOY). Observation sites located in five tidal stations in Java : Cilacap, Pameungpeuk, Prigi, Sunda Kelapa and Tanjung Mas. Data processing was conducted using GAMIT/GLOBK and IGS station reference BAN2, GUUG, KARR, AUCK, KGNI, NTUS and XMIS. This study aimed to determine the pattern and velocity of movement of the tidal station located at the boundary of Java island, where at the boundary is an area that is closest to plate subduction area. The study results showed that the Java plates, which is represented by the presence of tidal station, has a tendency to shift to the southeast with velocity between 0.9 to 65.9 mm/year (X), 3.1 to 125.1 mm/year (Y), and 4.0 to 31.7 mm/year (Z), except PRIG and SUND. PRIG in 2009-2010 has a tendency to shift slightly to the east with velocity 26.2 mm/year (X), 1.2 mm/year (Y) and 4.3 mm/year (Z). SUND in 2010-2012, shifted to the southwest with velocity 6.9 mm/year (X), 77.0 mm/year (Y) and 10.5mm/year (Z).
Kata Kunci : GPS, GAMIT/GLOBK, geodinamika, kecepatan