Laporkan Masalah

ANALISIS DAMPAK PEMBANGUNAN RUAS JALAN DI ATAS SUNGAI CODE TERHADAP KONDISI LALU LINTAS KAWASAN MALIOBORO

PRASETYO ARIEF WIBOWO, Prof. Dr-Ing. Ir. Ahmad Munawar, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi

Kawasan Malioboro merupakan salah satu ikon pariwisata di Provinsi DIY kondisi lalu lintasnya sangat padat, terutama saat liburan. Pesatnya pertumbuhan wisatawan yang mengunjungi Malioboro dibarengi dengan peningkatan volume kendaraan yang ada di Kota Yogyakarta membuat kawasan ini semakin padat. Penanganan kawasan tersebut sedapat mungkin menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Malioboro. Oleh karena keterbatasan lahan untuk peningkatan kapasitas jalan, muncul gagasan untuk membangun ruas jalan di atas Sungai Code sebagai pengalih arus jalan Maliboro sekaligus untuk peningkatan kapasitas jalan yang ada di Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kondisi eksisting dan kondisi setelah pembangunan jalan layang di atas Sungai Code. Adapun cara perhitungan kapasitas dan kecepatan bebas yang dipakai adalah MKJI 1997. Penelitian ini menggunakan program bantu TFTP 1997. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data untuk jaringan jalan yang akan dibuat pemodelan. Setelah data terkumpul, selanjutnya membuat jaringan jalan dasar pada kondisi eksisting. Selain jaringan jalan, juga dibutuhkan matriks asal tujuan (MAT). Di dalam penelitian ini, data matriks asal tujuan (MAT) diambil dari data perjalanan di Kota Yogyakarta Tahun 2008 yang diproyeksikan ke tahun 2012. Selanjutnya, dilakukan pembebanan jaringan jalan. Hasil dari pembebanan jaringan jalan kemudian diuji validitasnya. Setelah nilai validitas mendekati nilai yang disyaratkan, kemudian membuat skenario penutupan Kawasan Malioboro. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting Kawasan Malioboro mengalami permasalahan, yaitu memiliki derajat kejenuhan (DS) untuk jalan Malioboro sebesar 1,26 sedangkan DS rata-rata sebesar 0,52. Setelah pembangunan jalan layang di atas sungai code, untuk jalan Malioboro masih sebesar 1,26 sedangkan DS rata-rata turun menjadi 0,51. Permasalahan tersebut kemudian diatasi dengan menutup ruas Jalan Malioboro dan menjadikannya Kawasan Pedestrian. Hal ini memberikan dampak tidak terdapat ruas jalan di Kawasan Malioboro yang mengalami kemacetan.

Malioboro is one of the tourism icon in Yogyakarta Province is very dense traffic conditions, especially during the holidays. The rapid growth of tourists who visit Malioboro coupled with an increase in the volume of vehicles in the city of Yogyakarta make congeseted in this area. Handling these areas as much as possible to increase the convenience of tourists who visit the area of Malioboro . Oleha because keterbatsan land to increase the capacity of the road , came the idea to build a road over the River Code as current diversionary Malioboro street at once to increase road capacity in the city of Yogyakarta . The research was conducted by analyzing the existing conditions and conditions after construction of flyovers above Code River. The capacity and speed of calculation used is free MKJI 1997. This study uses TFTP aid program 1997. This study begins with the collection of data for the road network to be created modeling . Once the data is collected, making the road network on the basis of the existing condition . In addition to the road network , also takes origin destination matrix ( MAT ) . In this study , the data matrix origin destination (OD ) data taken from a trip in the city of Yogyakarta in 2008 is projected to the year 2012. Furthermore, the imposition of the road network . Result of the imposition of road networks then tested its validity. Once the validity of the value approach required value, then make a closing scenario Malioboro . The analysis shows that the existing condition Malioboro experiencing problems, which has a degree of saturation (DS) of 1.26 to Malioboro street while DS average of 0.52. After the construction of flyovers in the code stream , to Malioboro street of 1.26 while the DS is still the average dropped to 0.51 . The problems are then solved by closing Jalan Malioboro and make Pedestrian Zone . This case there is no impact on the roads are congested Malioboro .

Kata Kunci : Kawasan Malioboro, jalan layang, TFTP 1997, volume lalulintas, derajat kejenuhan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.