Laporkan Masalah

Animal Tales in Cherokee and Sumbawa Tradition: A Study on Cherokee and Sumbawanese Values Reflected in Three Pairs of Stories

Vivin Nila Rakhmatullah, Prof. Djuhertati Imam Muhni, M.A., Ph.D,

2013 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Amerika Serikat merupakan sebuah negara yang terbentuk dari banyak macam pendatang dan terdiri dari berbagai jenis kelompok suku yang berasal dari berbagai tempat di dunia. Kebudayaan rakyat mereka memperkaya dan memberikan kontribusi pada sejarah dan pengalaman Amerika. Indonesia juga merupakan sebuah negara yang terbentuk dari banyak manusia dan terdiri dari berbagai macam kelompok suku yang berasal dari seluruh daerah kepulauan Nusantara. Maka dari itu thesis ini mempelajari tentang studi perbandingan dari cerita binatang Cherokee, salah satu suku Native America dan Sumbawa, salah satu suku di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan persamaan dan juga perbedaan dalam menyampaikan pesan moral dari tiga pasang cerita, mendalami nilai kebudayaan pada cerita binatang dari Cherokee dan Sumbawa, dan juga untuk menguraikan dan menjelaskan penggambaran karakter pada cerita-cerita tersebut. Dengan menggunakan teori multidsiplin dibawah American Studies yaitu “structuralism” oleh Alan Dundes dan “micro to macro” oleh Leo Marx. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, dinyatakan bahwa produk budaya (microcosm) yaitu folktales dalam bentuk cerita binatang merupakan cerminan dari kehidupan empiris (kenyataan) dari masyarakat yang memberikan makna pada cerita tersebut. Cerita-cerita binatang ini cerminan kenyataan dari masyarakat Cherokee dan Sumbawa. Cerita binatang dari Cherokee yaitu How The Terrapin Beat The Rabbit, The Rabbit and The Possum Seek A Wife dan How The Deer Got His Horns. Sementara cerita binatang dari Sumbawa yaitu The Tales of The Monkey, The Turtle and The Snail, The Tales of The Monkey And The Flamingo dan The Cocky Monkey (Sruduk Team). Cerita binatang pada kedua suku menggunakan karakter binatang untuk mewakili manusia, karakteristik-karakteristiknya, nilai moral dan nila budaya. Karakter inti pada kebanyakan cerita hewan keduanya berbeda; Cherokee menggunakan karakter Rabbit (kelinci), sedangkan Sumbawa menggunakan karakter Monyet. Cerita binatang Cherokee dan Sumbawa hidup dan dijiwai dengan kekuatan dalam membangun identitas dan komunitas.

United States is a nation that composite of many peoples and consists of various ethnic groups whose origin came from many different parts of the world. Their folklores enrich and contribute the American experience. Indonesia also a nation that composite of many peoples and consists of various ethnic groups whose origin lives in Indonesian archipelago. Therefore this thesis observes a comparative study of animal tales of Cherokee, one of Native American tribes and Sumbawa, an Indonesia tribe. The objectives of the study are to explain the similarities and the differences in delivering moral values between the three pairs of tales, to explore the cultural values in Cherokee and Sumbawa animal folktales, and to elucidate the representation of the characters in those animal folktales. Employing multidisciplinary theories under American Studies those are “structuralism” by Alan Dundes and “micro to macro” by Leo Marx. By conducting qualitative research, it is acknowledged that the cultural product (microcosm) that is folktales in form of animal tales is a reflection of the empirical life (realities) of the society that gives birth to it (macrocosm). These three pair of animal tales reflected the realities of Cherokee and Sumbawa society. The animal tales of Cherokee are How The Terrapin Beat The Rabbit, The Rabbit and The Possum Seek A Wife, and How The Deer Got His Horns. While the animal tales of Sumbawa are: The Tales of The Monkey, The Turtle and The Snail, The Tales of The Monkey And The Flamingo and The Cocky Monkey (Sruduk Team). Animal tales in both tribes are using animal characters to represents human being, their characteristics, moral and cultural values. Their main characters in most of animal tales are different; Cherokee is represented by the character of Rabbit, whereas Sumbawa is represented by the character of Monkey. The animal tales of Cherokee and Sumbawa is very much alive and imbued with power to create identity and community.

Kata Kunci : studi perbandingan, folklore, folktales, cerita binatang, nilai moral, nilai budaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.