Laporkan Masalah

KOORDINASI DI BAPPEDA KABUPATEN SLEMAN

IBNU HERLAMBANG WIJATMIKO, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP,Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Bappeda sebagai institusi perencanaan pembangunan daerah melakukan koordinasi horizontal dengan SKPD yang memiliki tugas pokok dan fungsinya berbeda-beda, namun dalam menjalankan tugasnya terutama dalam perencanaan pembangunan daerah saling ketergantungan satu sama lainnya antara SKPD maupun dengan Bappeda. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu mendeskripsikan proses koordinasi internal dan eksternal Bappeda, dalam perencanaan pembangunan, dan mengukur efektifitas/keberhasilan koordinasi internal dan eksternal Bappeda, serta menggali faktor–faktor yang mempengaruhi keberhasilan koordinasi internal dan eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus, menurut Yin (2009: 1), penelitian sudi kasus merupakan salah satu metode penelitian ilmu-ilmu sosial. Secara umum, studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan how atau why. Proses koordinasi di Bappeda Kabupaten Sleman tidak hanya seperti yang tertera di tupoksi Bappeda, yang proses koordinasinya tersetruktur dari atasan ke bawahan dan bawahan bekerja menurut perintah dari atasan, bentuk koordinasi di Bappeda Kabupaten Sleman sendiri lebih menggunakan prinsip kekeluargaan, sehingga mereka tidak hanya memikirkan masalah di bidangnya sendiri, sering kali dilakukan rapat antar bidang untuk membahas masalah pada bidang tertentu. Dalam rapat yang dilakukan tersebut semua boleh mengemukakan pendapatnya walaupun itu hanya Staf, tetapi tetap masih memperhatikan etika dalam menyampaikan pendapatnya. Terdapat dua macam bentuk koordinasi di Bappeda Kabupaten Sleman, yaitu koordinasi formal dan informal, di Kabupaten Sleman faktor pemimpin merupakan hal yang paling efektif untuk meningkatkan koordinasi baik itu intern Bappeda maupun Ekstern Bappeda. Secara umum implikasi kebijakan yang terjadi di Bappeda Kabupaten Sleman dalam proses pengkoordinasian perencanaan daerah sangat bagus baik koordinasi intern maupun eksteren dan hal itu terjadi karena faktor kepemimpinan yang kuat dan tepat yang mengisi tiap-tiap pimpinan di Bappeda baik itu kepala Seksi, kepala Bidang, maupun Kepala Bappeda.

Regional Development Planning Regency (RDPR) is a Regional development planning institution carrying out the horizontal coordination with SKPD which has different main duties and function. Meanwhile in carrying out the duties of regional development planning, they depend on each other between SKPD and RDPR. This research has the purpose to describe internal and external coordination process in RDPR, both by formal and informal coordination, and to measure the factors on the effectiveness / success of internal and external coordination in RDPR. This research uses a case study approach. According to Yin (2009: 1), a case study research is one of the research methods of the social sciences. In general, the case study uses a strategy that is more suitable when the subject of research questions using how or why. Coordination process in RDPR Sleman Regency is not only as if it appears in the main duties and functions of RDPR, which coordination process is structured from superiors to subordinates, and subordinates working under the orders from superiors. the form of coordination in RDPR Sleman Regency uses the principle of kinship, so that they do not only think of the problem in their own field. It’s often conducted a meeting inter division to discuss the problems in a particular field. In the meeting held, all of participants can express their own opinion even though they are only a staff, but they still remain to concern about the ethics in delivering their opinion. There are two kinds of coordination in RDPR Sleman Regency, formal and informal coordination. In Sleman Regency, leader factor is the most effective way to improve the coordination of both internal and external RDPR. generally, the policy implications that occurs in RDPR Sleman in regional planning coordination process is very good both internal and external coordination, and it happens because of the strong and proper leadership factor that fills out each leadership of RDPR among the head of division, the head of section and the head of Planning.

Kata Kunci : Koordinasi, internal/eksternal, Bappeda, Formal / informal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.