Laporkan Masalah

PERSEPSI REMAJA TENTANG ABORSI KARENA KEHAMILAN TIDAK DIKEHENDAKI (KTD) DI KOTA PONTIANAK PROPINSI KALIMANTAN BARAT

Yenny, Dr. Ira Paramastri M.Si

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Aborsi tetap menimbulkan banyak persepsi dan bermacam interpretasi. Meskipun aborsi menyentuh masalah hukum, moral dan agama yang paling mendasar, kenyataannya hanya sedikit masyarakat khususnya remaja yang mampu memandangnya secara jernih dari aspek kesehatan wanita. Banyaknya kasus aborsi pada remaja ini dikarenakan persepsi yang salah terhadap tindakan aborsi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi remaja tentang aborsi karena kehamilan tidak dikehendaki (KTD) pada remaja pranikah. Metode: Jenis penelitian adalah kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Subjek penelitian adalah remaja belum menikah terdiri dari: 1) remaja putri yang melakukan aborsi dan remaja putra pasangannya melakukan aborsi, 2) remaja putri mengalami KTD namun tidak aborsi dan putra pasangannya mengalami KTD namun tidak aborsi, 3) remaja putri dan putra berstatus pelajar SMA dan tidak mengalami KTD, 4) remaja putri dan putra berstatus mahasiswa dan tidak mengalami KTD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT). Analisis terdiri dari 7 langkah yaitu: familiarization, compillazation, condensation atau open coding, grouping, comparison of the categories, naming of the categories, dan contrastive comparison. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi, member checking dan peer debrifing. Hasil: Terdapat 2 komponen persepsi remaja tentang aborsi karena KTD pada remaja pranikah yaitu: 1) aborsi tidak boleh dilakukan karena berbahaya, masalah moral, dan melanggar hukum. Faktor yang melatarbelakangi adalah pengetahuan dan pengalaman masa lalu, sikap, motivasi, keyakinan keagamaan, dan norma yang berlaku dimasyarakat; 2) aborsi boleh dilakukan dalam keadaan tertentu misalnya pasangan tidak bertanggungjawab, kehamilan ditolak orangtua, usia kehamilan 1-2 bulan, belum siap punya anak, dan masih ingin sekolah. Faktor yang melatarbelakangi adalah pengetahuan dan pengalamannya dan konformitas. Upayaupaya yang dilakukan remaja dalam menghadapi KTD adalah tetap mempertahankan kehamilan, meminta pertanggungjawaban pasangan, menikah dengan pasangan, menikah dengan bukan pasangannya, dan mengasingkan diri. Namun ada pula yang melakukan aborsi dan jika pasangan tidak bertanggungjawab terdapat keinginan untuk membunuh pasangannya bahkan mencoba bunuh diri.Hambatan-hambatan remaja menghindari aborsi karena KTD terdiri dari faktor internal, yaitu masa depan suram dan kurang pengetahuan tentang aborsi, sedangkan faktor eksternal yaitu orang tua, lingkungan, pasangan tidak bertanggungjawab, dan keterbatasan biaya. Kesimpulan: Remaja mempersepsikan aborsi sebagai tindakan yang berbahaya akan tetapi tindakan tersebut tetap dilakukan. Faktor-faktor fungsional yang mempengaruhi persepsi dalam penelitian ini adalah pengetahuan atau pengalaman masa lalu, sikap, keyakinan keagamaan, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat, konformitas, dan motivasi

abortion relates to legal, moral, and most basic religious issues, in reality only a few especially teenagers are able to see it clearly from aspect of women’s health. Many cases of abortion in teenagers are caused by wrong perception on the practice of abortion. Objective: The objective of the study was to describe perception of teenagers on abortion due to unwanted pregnancy in premarital teenagers. Method: The study was qualitative with phenomenological study design. Subject of the study were premarital teenagers: 1) female doing abortion and male teenagers partners doing abortion, 2) female having unwanted pregnancy but not doing abortion and male teenagers partners of those having unwanted pregnancy but not doing abortion, 3) female and male teenagers of senior high school not undergoing unwanted pregnancy, 4) female and male teenagers of higher education not undergoing unwanted pregnancy. Data were obtained in two ways, through indepth interview and focus group discussion. The analysis encompassed seven consecutive steps: familiarization, compillazation, condensation or open coding, grouping, comparison of the categories, naming of the categories, and contrastive comparison. Trustworthiness or testing the validity of the data using triangulation, member checking and peer debrifing Result: There were two components of teenagers perceptions about abortion because of unwanted pregnancy in teenagers premarital namely: 1) abortion should not be done because it is dangerous, moral issues, and breaking the law. Underlying factor is the knowledge and experience, attitude, motivation, religious beliefs, and norms prevailing in the community; 2) abortion may be performed in certain circumstances such as a partner do not responsible, the parents denied pregnancy, gestational age 1- 2 months, not ready to have children, and have to school. The underlying factor was the knowledge and experience, and conformity. Efforts were made in facing unwanted pregnancy teenagers were still maintaining pregnancy, holding partner, was married to her partner, married withother, and seclusion. But those that perform abortions and if the partner do not responsible there is a desire to kill her partner, and even tried to commit suicide. Barriers teenagers to avoid abortion because unwanted pregnancy consists of internal factors that bleak future and lack of knowledge about abortion, whereas external factors were the parents, environment, partner do not responsible, and cost limitations. Conclusion: Teens perceive abortion as dangerous action but the action is still being done. Functional factors that influence the perception of this research is the knowledge or past experiences, attitudes, religious beliefs, and norms prevailing in society, conformity, and motivation

Kata Kunci : persepsi, remaja, aborsi, kehamilan tidak dikehendaki


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.