Laporkan Masalah

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PASIEN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM UNTUK MEMANFAATKAN KLINIK BERHENTI MEROKOK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA

Wina Widiastuti, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: World Health Organization pada tahun 2008 memperkenalkan strategi MPOWER. Strategi ke-3 MPOWER, yaitu membantu seseorang untuk berhenti merokok, salah satunya dengan membuka klinik berhenti merokok. Pada tahun 2009 di Yogyakarta telah berdiri 18 buah, tersebar di pelayanan kesehatan dan instansi pemerintah. Di RS Jogja juga terdapat klinik berhenti merokok tersebut, tetapi tidak bertahan dan pada saat ini tidak beroperasi kembali, karena masih rendahnya pemanfaatan klinik tersebut. Menurut Planned Behavior theory, niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yaitu: 1) sikap, 2) norma subjektif, yaitu adanya tekanan sosial dan motivasi, dan 3) persepsi, di samping juga faktor umur dan riwayat penyakit sekarang yang melatarbelakanginya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara umur, riwayat penyakit sekarang, sikap, tekanan sosial, motivasi, persepsi dengan niat memanfaatkan klinik berhenti merokok, dan mengetahui enabling factor pelaksanaan klinik berhenti merokok di RS Jogja. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Poliklinik Penyakit Dalam. Sampel penelitian berjumlah 110 responden untuk data kuantitatif dan juga 3 responden untuk data kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan sampel acak sistematik. Instrumen adalah kuesioner tertutup dan juga menggunakan panduan wawancara. Analisis data univariabel dengan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariabel dengan Pearson product moment dan uji chi square, sedangkan analisis multivariabel dengan regresi linier berganda. Hasil : Terdapat hubungan antara tekanan sosial, motivasi, persepsi dengan niat memanfaatkan klinik berhenti merokok, tidak ada hubungan antara umur, riwayat penyakit sekarang, sikap dengan niat memanfaatkan klinik berhenti merokok. Keenam variabel mempengaruhi sebesar 41,4%. Faktor yang berpengaruh paling besar adalah persepsi dan motivasi berhenti merokok. Enabling factors pelaksanaan klinik berhenti merokok di RS Jogja belum tersedia secara optimal seperti ruang, sarana pendukung, tenaga kesehatan. Kesimpulan : Dokter dan petugas kesehatan Poliklinik dewasa di Rumah Sakit Jogja harus memberikan pengetahuan tentang risiko perilaku merokok, terutama bagi pasien dengan silent disease. Dalam pelaksanaan klinik berhenti merokok di Rumah Sakit Jogja perlu didukung dengan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Background: The World Health Organization in 2008 has introduced MPOWER strategy. An effort relevant with strategy 3 of MPOWER is helping someone to quit smoking through the provision of smoking cessation clinic. In 2009 there were 18 smoking cessation clinics spread all over health services and government institutions. At Jogja Hospital there was also smoking cessation clinic but it’s now not in operation due to low utilization. According to Planned Behavior theory, one’s intention to behave is affected by three main factors, ie. 1) attitude, 2) subjective norm such as social pressure and motivation, 3) perception, besides factors of age and background of disease. Objective: To find out association between age, present disease, attitude, social pressure, motivation, perception and intention of the patient of internal medicine polyclinic to utilize smoking cessation clinic and enabling factors of the implementation of smoking cessation clinic at Jogja Hospital. Method: The study used a cross sectional design. Population were patients at internal medicine polyclinic. Samples that met inclusion criteria consisted of 110 respondents selected through systematic random sampling and also three respondents for qualitative data. Research instruments were closed questionnaire and indepth interview guide. Data analysis used univariate with frequency distribution table, bivariate with Pearson product moment and chi square test, whereas multivariate analysis used double linier regression. Result: There was association between social pressure, motivation, perception and intention to utilize smoking cessation clinic; there was no association between age, present disease, attitude and intention to utilize smoking cessation clinic. Six variables together affected intention to utilize smoking cessation clinic, ie. 41,4%. Most dominant factors were perception and motivation on smoking cessation. Enabling factors of the implementation of smoking cessation clinic at Jogja Hospital has not optimally available yet like room, support facilities and health personnel. Conclusion: Doctors and the health officials of adult polyclinic in Jogja Hospital should keep delivering the knowledge of the risk of smoking behavior, especially for ‘silent disease’ patients. Implementation of the smoking cessation clinic in Jogja Hospital need to be supported by providing needed facilities and infrastructures.

Kata Kunci : klinik berhenti merokok, niat, pasien, poliklinik penyakit dalam


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.