PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill) DATARAN RENDAH PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN
VINNI DENIVITA TOME, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc
2013 | Tesis | S2 AgronomiTomat merupakan salah satu jenis sayuran penting di Indonesia. Sebagian besar tomat dibudidayakan di dataran tinggi, namun saat ini sudah banyak varietas yang dapat dibudidayakan di dataran rendah (Purwati dan Khairunisa, 2002). Pemanasan global berdampak pada perubahan distribusi curah hujan dan menyebabkan menurunnya kadar air tanah tersedia. Kekeringan menghambat proses metabolisme sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menurun termasuk tomat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil serta mekanisme ketahanan tomat dataran rendah yang mengalami cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian UGM Banguntapan Yogyakarta dan Laboratorium Fakultas Pertanian UGM yang berlangsung sejak Oktober 2012 - Februari 2013. Rancangan yang digunakan adalah split plot dengan 3 ulangan. Plot utama adalah interval penyiraman (1, 2, 4, dan 8 hari sekali), sedangkan sub-plot adalah varietas tomat yang terdiri dari 7 varietas yaitu (“Zamrutâ€, “Permataâ€, Ratnaâ€, “Mirahâ€, “Tombatuâ€, “Tyranaâ€, dan “Tymotiâ€). Pengamatan yang dilakukan meliputi morfologi, hasil, fisiologi dan analisis pertumbuhan tanaman. Analisis yang digunakan adalah analisis varian (Anova) yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 0,05, analisis korelasi dan regresi, uji lintas dan analisis cluster. bahwa secara umum komponen pertumbuhan dan hasil semua varietas tomat dataran rendah yang mengalami cekaman kekeringan mengalami penurunan kecuali nisbah akar tajuk umur 80 hari setelah tanam (hst), bobot daun khas umur 48 hst, laju asimilasi bersih umur 0 – 48 hst dan kadar prolin daun. “Tyranaâ€, “Tymotiâ€, “Tombatu†dan “Mirah†memiliki kadar prolin yang lebih rendah sehingga dapat dindikasikan sebagai kelompok yang lebih tahan kekeringan dibandingkan “Ratnaâ€, “Permata†dan “Zamrut dengan prolin yang tinggi.
Tomato (Lycopersicon esculentum Mill) is one of vegetables crops in Indonesia. Most of tomato variety planted in highlands areas. However there are some tomato varieties planted in lowlands areas (Purwati dan Khairunisa, 2002). Global warming in the world changing the effect rainfall distribution and induced low available soil water or drought. Drought inhibits plant metabolism and reduction of yield including tomatoes. The aim of the research were to determine effect of drought to the growth, yield and influence of some tomato varieties planted lowland areas mechanisms varieties tomato of lowland in drought. The research was conducted at the Tridharma research centre Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Banguntapan, Yogyakarta and some Laboratory in Faculty of Agriculture, in October 2012 - February 2013. The research was arranged in split pot design with three blocks as replications. The main factors were watering intervals (1, 2, 4, and 8 days). The sub main factors were varieties of tomatoes (“Zamrutâ€, “Permataâ€, Ratnaâ€, “Mirahâ€, “Tombatuâ€, “Tyranaâ€, and “Tymotiâ€). Data were observed in morpholoicaly, physiological and yield of tomatoes. Conclusion were drought in general decreased soil water content, relative water content, total weight of fruits and total number of fruits. However, drought increased root shoot ratio at 48 day after planting (dap), specific leaf weight at 48 dap and net assimilation rate at 0-48 dap and proline content. The tolerance group had lower proline compared to that of the sensitive group.
Kata Kunci : Tomat, cekaman kekeringan, mekanisme ketahanan, pertumbuhan, hasil.