Laporkan Masalah

PERAN KECAMATAN BANTARGEBANG DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN BERAS KOTA BEKASI

MOCHTAR CAHYO UTOMO, Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketahanan pangan beras Kota Bekasi dan Kecamatan Bantargebang, sekaligus mengetahui berapa besar peran Kecamatan Bantargebang sebagai kecamatan yang memiliki areal persawahan terluas di antara kecamatan lainnya. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan diskriptif kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari sumber data sekunder dan data primer. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi yang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian, sedangkan data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara secara mendalam dengan beberapa informan yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa: ketahanan pangan beras Kota Bekasi dan Kecamatan Bantagebang belum terpenuhi, hal ini dikarenakan aspek ketersediaan beras yang berasal dari sumber produksi beras internal, sumbangan Kota Bekasi (1,05%) dan Kecamatan Bantagebang (3,86%) sangat kecil sehingga ketergantungan terhadap sumber produksi beras eksternal sangat tinggi (lebih dari 96%) dan untuk sumber produksi beras eksternal, rata-rata sumbangan Kota Bekasi (126,77%) dan Kecamatan Bantagebang (36,43%). Sementara itu, untuk aspek distribusi dan akses serta konsumsi beras sudah terpenuhi dengan baik. Peran Kecamatan Bantargebang sebagai kecamatan dengan areal persawahan terluas ternyata tidak mampu memberikan kontribusi tidaklah cukup berarti bagi produksi beras internal Kota Bekasi yang hanya sebesar 0,13%, namun dari segi kependudukan, Kecamatan Bantargebang memberikan kontribusi sebesar 4,15% dengan jumlah penduduknya yang paling sedikit dibandingkan dengan kecamatan lainnya, sehingga kebutuhan beras penduduk Kecamatan Bantargebang yang sebesar 4,20% dari kebutuhan beras Kota Bekasi juga tidaklah besar.

This study aims to determine the condition of rice security in Kota Bekasi and Kecamatan Bantargebang, as well as knowing how big a role Kecamatan Bantargebang as district which has the largest paddy fields in the other districts. Methods of research using survey methods with descriptive qualitative approach and simple quantitative to obtained from secondary sources and primary data. Sources of information derived from the literature according to the problem and research objectives, in-depth interviews with several informants related to this research. The result showed that: food security of rice Kota Bekasi and Kecamatan Bantagebang not been met, this is due to the availability of rice production comes from internal sources, donations Kota Bekasi (1.05%) and Kecamatan Bantagebang (3.86%) is very small so that the dependence on external sources of rice production is very high (over 96%) and to external sources of rice production, the average donation Kota Bekasi (126.77%) and Kecamatan Bantagebang (36.43%). Meanwhile, for the aspects of distribution and access to and consumption of rice has been fulfilled. Kecamatan Bantargebang role as the largest districts with rice fields was not able to contribute much sufficient means for internal rice production in Kota Bekasi that only 0.13%, but in terms of population, Kecamatan Bantargebang contributed 4.15% to its population compared to the least with other districts, so that the rice needs of the residents of Kecamatan Bantargebang of 4.20% of the rice needs Kota Bekasi is not too large.

Kata Kunci : Ketahanan Pangan dan Ketahanan Pangan Beras


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.