Laporkan Masalah

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA (STUDI KASUS KONFLIK DI LAUT CINA SELATAN)

E. ESTU PRABOWO, Prof. Dr. Djoko Soeryo, MA.

2013 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini dirancang guna memperoleh pemahaman tentang Kebijakan dan Strategi Pertahanan Indonesia Guna Mengantisipasi Konflik Laut Cina Selatan. Tujuan penelitian, untuk: pertama, menganalisis kebijakan dan strategi Indonesia di bidang pertahanan dalam menghadapi konflik di Laut Cina Selatan; kedua, mengkaji strategi pertahanan Indonesia mengantisipasi spill over dengan konflik di Laut Cina Selatan; dan ketiga, mengkaji tantangan dalam kebijakan dan strategi pertahanan negara dikaitkan dengan konflik di Laut Cina Selatan. Cara penelitian menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada kajian yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Penelitian berlokasi di Jakarta, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menemukan: Kebijakan dan Strategi Pertahanan Indonesia guna mengantisipasi konflik Laut Cina Selatan belum terumuskan dengan baik. Ditemukan kesenjangan antara perkembangan lingkungan strategis dengan kebijakan dan strategi pertahanan Indonesia: Pertama, kebijakan dan strategi pertahanan belum sejalan dengan kebijakan luar negeri yang memberikan perhatian khusus pada dinamika kawasan Asia Tenggara, termasuk di Laut Cina Selatan. Kedua, kebijakan dan strategi pertahanan terkini tidak memberikan perhatian pada dinamika konflik Laut Cina Selatan. Ketiga, kebijakan dan strategi pertahanan Indonesia masih menganggap bahwa konflik di Laut Cina Selatan dapat diselesaikan melalui soft power dan tidak mengantisipasi penggunaan hard power yang akan berimplikasi terhadap kepentingan nasional Indonesia. Untuk merespon situasi tersebut, direkomendasikan sejumlah upaya. Pertama, sinkronisasi antara kebijakan pertahanan dan kebijakan luar negeri sehingga keduanya memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan di Laut Cina Selatan. Kedua, peninjauan ulang kebijakan dan strategi pertahanan yang sesuai dengan dinamika lingkungan strategis. Ketiga, pembangunan kekuatan pertahanan yang mengacu pada essential force untuk menggantikan minimum essential force. Keempat, pembangunan Natuna sebagai Home Base kekuatan pertahanan, utamanya TNI AL dan TNI AU. Keempat rekomendasi tersebut pada tataran yang lebih luas akan berkorelasi pula dengan aspek politik dan ekonomi.

This study was designed to gain an understanding of the Indonesian Defense Policy and Strategy in Anticipating a South China Sea dispute. While the purposes of the study are to: first, analyze Indonesian policy and strategy in the field of defense in the face of a South China Sea conflict; second, assess how integrated the instruments of national power are in securing Indonesian national interests with regards to a conflict in the South China Sea; and, third, examine the challenges in the state defense policies and strategies that are connected to the conflict in the South China Sea. The study uses a qualitative research method. A qualitative approach is a process of research and understanding that is based on the methodology of investigating social phenomena and human problems. The research took place in Jakarta by using data collection techniques through observation, interviews and literature study. As a result, the study found that the Indonesian Defense Policy and Strategy in anticipating a dispute over the South China Sea have not been properly formulated. Gaps are found between the development of a strategic environment and Indonesian defense policy and strategy: First, the defense policy and strategy have not been in line with the foreign policy that gives special attention to the regional dynamics of the South China Sea. Second, the current defense policy and strategy do not provide proportional attention to the South China Sea dispute. Third, Indonesia's defense policy and strategy still assume that the dispute in the South China Sea can be resolved through soft power and do not anticipate the dynamic use of hard power that will implicate Indonesia's national interests. In order to respond to the situation, some efforts have been recommended. First, there must be synchronization between the defense policy and foreign policy so that they both give special attention to the developments in the South China Sea. Second, a review of the defense policy and strategy that is in accordance with the dynamics of the strategic environment must be carried out. Third, the development of defense power must be carried out, which refers to the essential force, in order to replace the minimum essential force.

Kata Kunci : Kebijakan Pertahanan, Kebijakan Luar Negeri, Laut Cina Selatan, Strategi Pertahanan, Pembangunan Kekuatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.