PENINGKATAN SITOTOKSISITAS DOXORUBICIN SEBAGAI AGEN KEMOTERAPI OLEH SENYAWA ALFA TERPINEOL PADA SEL MCF-7
RIA FAJARWATI, Prof. dr. Sofia Mubarika, H., M.Med.Sc, Ph.D
2013 | Tesis | S2 BioteknologiAlfa terpineol merupakan salah satu senyawa alkohol monoterpen alami dan menjadi komponen minyak esensial pada berbagai macam tumbuhan, sepertipinus (Pinus merkusii.).Senyawa Alfa terpineol dilaporkan sebagai senyawa alam yang berpotensi sebagai antikanker, yang terbukti dengan menghambat pertumbuhan dan menginduksi kematian sel tumor. Penggunaan kombinasi kemoterapi, yaitu senyawa kemoprevensi yang bersifat non-toksik atau lebih tidak toksik dikombinasikan dengan agen kemoterapi, salah satunya doxorubicin, diketahui mampu mengurangi efek samping agen kemoterapi dan meningkatkan sensitifitas sel kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi alfa terpineol dan doxorubicin pada sel kanker payudara MCF-7. sik alfa terpineol dan doxorubicin tunggal dilakukan dengan menggunakan metode uji MTT dengan konsentrasi alfa terpineol dan Uji sitotok doxorubicin1,5625-50 µg/mL dengan tujuan untuk mengetahui nilai IC50. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, uji sitotoksik kombinasi alfa terpineol dan doxorubicin dengan metode MTT dengan konsentrasi 1/2, 1/8 dan 1/20 dari nilai IC50. Selanjutnya, uji apoptosis dilakukan berdasar pada nilai kombinasi terbaik dengan menggunakan Flow citometry Annexin V-pi. Alfa terpineol dan doxorubicin menunjukkan nilai sitotoksik pada sel kanker payudara MCF-7 dengan nilai IC50 masing-masing 30 µg/mL dan 2 µg/mL. Berdasar nilai CI, semua konsentrasi kombinasi alfa terpineol dan doxorubicin menunjukkan nilai CI yang bersinergis kuat (CI 0,1 – 0,3). Pada pengamatan apoptosis dengan metode flow cytometry Annexin-Pi diketahui bahwa perlakuan kombinasi kedua senyawa tersebut mampu meningkatkan sel dalam keadaan early apoptosis hingga 4,5% jika dibandingkan dengan perlakuan tunggal doxorubicin. Sehingga berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa alfa terpineol berpotensi untuk dikembangkan menjadi senyawa ko-kemoterapi. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian mekanisme molekuler.
Alpha terpineol is a naturally alcoholic-monoterpene compound. This component is a part of essential oil extract in plants, such as Pines (Pinus merkusii). Alpha terpineol is a potential natural product with anticancer activity which is proven can decrease cells growth and induces cells death. Chemotherapeutic combination is a combined of a chemoprevention compound with chemotherapeutic agent to increase therapeutic effect and reducing toxicity. The purpose of this study is to determine the effect combination alpha terpineol with doxorubicin in breast cancer cell line MCF-7 The cytotoxic assay of alpha terpineol and doxorubicin were carried out by MTT method using alpha terpineol and doxorubicin concentration of 1,5625-50 µg/ml to determine IC50. The cytotoxic assay of their combination were carried out by MTT method using concentration were 1/2, 1/8 and 1/20 IC50 values. Apoptotic assay of their best combination concentration were conducted using flow cytometryAnnexin V-Pi. Alpha terpineol and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 breast cancer cell with IC50 30 µg/ml and 2 µg/ml, respectively. Based on CI values, all combination concentration of alpha terpineol with doxorubicin showed strong synergistic effect (CI 0,1-0,3). Apoptotic assay by flow cytometry Annexin V-Pi showed alpha terpineol and doxorubicin combination caused 4,5% early apoptotic cell compared single doxorubicin. Based on this results, alpha terpineol is a potential compound to developed as co-chemoterapeutic agent. However, the molecular mechanism need to be explored further.
Kata Kunci : Alfa terpineol, Doxorubicin, ko-kemoterapi, Flowcytometry Annexin V-PI, sel kanker payudara MCF-7.