Pengaruh Pelatihan Sensitivitas Interkultural guna Menurunkan Intergroup Bias pada Karyawan
YANIES NOVIRA, Prof. Dr. Djamaludin Ancok, Psi.
2013 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiPerpindahan penduduk, cepatnya perkembangan teknologi dan globalisasi ekonomi menyebabkan semakin meningkatnya kontak antar budaya dan diversitas budaya, khususnya pada sebuah lingkungan organisasi. Isu-isu mengenai diversitas budaya dalam bentuk intergroup bias, seperti steoretip, prasangka dan diskriminasi dapat menghambat kelangsungan interaksi pekerja di dalam organisasi. Berkaitan dengan interaksi dan kerjasama antar budaya penting halnya untuk meningkatkan sensitivitas interkultural. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas interkultural guna menurunkan intergroup bias melalui pelatihan sensitivitas interkultural. Subjek penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil atau PNS yang berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 16 orang kelompok eksperimen dan 16 orang kelompok kontrol. Pelatihan Sensitvitas Interkultural sebagai perlakuan. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah diberi pelatihan. Alat ukur yang digunakan adalah skala intergroup bias, cek manipulasi menggunakan skala sensitivitas interkultural. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat intergroup bias pada kelompok yang mendapatkan pelatihan sensitivitas interkultural dengan yang tidak mendapatkan pelatihan (t= -2,12; p = 0,042; p ≤ 0,05). Selisih rerata pada kedua kelompok menunjukkan kelompok yang diberi perlakuan memiliki tingkat intergroup bias yang lebih rendah (rerata = -6,44).
Population movements, rapid technological development and globalization of the economy led to the increasing contact between cultures and cultural diversity, especially in an organizational environment. Issues of cultural diversity in the form of intergroup bias, such stereotype, prejudice and discrimination can hinder the continuity of interaction of workers within the organization. Related to the interaction and cooperation between cultures is important as to improve intercultural sensitivity. This experimental study aims to improve intercultural sensitivity in order to reduce intergroup bias through intercultural sensitivity training. Subjects were civil servants or civil servants who are 32 who were divided into 2 groups, ie 16 experimental group and 16 control group. Intercultural Sensitivity training as treatments. Measurements were performed before and after training. Measuring instruments used are scale intergroup bias, manipulation check using intercultural sensitivity scale. Analysis of research data using t-test. The results indicate there are differences in the level of intergroup bias in the group receiving intercultural sensitivity training with no training (t = -2.12, p = 0.042, p ≤ 0,05). Mean difference between the two groups showed that the treated group had a rate lower intergroup bias (mean = -6.44).
Kata Kunci : Diversitas, Pelatihan Sensitivitas Interkultural, Intergroup bias