ANALISIS PEMODELAN DAN PERKUATAN OUT OF PLANE DINDING RUMAH SEDERHANA TERHADAP BEBAN GEMPA
ARIF HENDRA PRATAMA, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D.
2013 | Tesis | S2 Teknik SipilTingginya aktivitas kegempaan di Indonesia telah mendorong para peneliti terdahulu untuk melakukan kajian mengenai upaya perkuatan out of plane dinding pasangan bata merah melalui suatu pengujian kuat lentur di laboratorium yang mengacu pada SNI 03- 4165-1996. Untuk dapat mengaplikasikan dinding-dinding perkuatan tersebut ke dalam konstruksi bangunan rumah tinggal di masyarakat, terlebih dulu perlu diketahui tingkat keamanan struktur yang akan dibangun, melalui suatu analisis pemodelan struktur rumah dengan variasi jenis dinding yang akan diterapkan. Momen out of plane yang terjadi pada tiap dinding akan dibandingkan dengan momen kapasitas masing-masing dinding yang diperoleh dari hasil penelitian terdahulu, sehingga dapat diketahui, apakah dinding aman digunakan atau tidak. Dalam penelitian ini, analisis pemodelan dilakukan menggunakan program SAP 2000. Contoh bangunan yang dimodelkan adalah rumah tipe 36 dengan seluruh kelengkapan elemen strukturnya. Model yang dibuat adalah 5 model struktur rumah, masing-masing menggunakan dinding tanpa plesteran, dinding plesteran tanpa perkuatan, dinding perkuatan wire mesh, dinding perkuatan strapping band, dan dinding perkuatan baja tulangan 3 mm. Data karakteristik dinding yang dimasukkan dalam pemodelan didasarkan pada hasil penelitian-penelitian terdahulu. Selanjutnya, pada tiap pemodelan struktur dikerjakan beban mati dan beban gempa riwayat waktu berupa akselerogram Gempa El Centro yang diskalakan menurut SNI 1726 di seluruh wilayah gempa Indonesia, dimulai dari wilayah dengan aktivitas gempa tertinggi (wilayah gempa 6), hingga diketahui di wilayah mana jenis dinding yang ditinjau aman diterapkan pada struktur rumah. Dari hasil analisis pemodelan menggunakan SAP 2000, diketahui bahwa dengan ditambahkan plesteran pada dinding bata merah, displacement yang terjadi ketika struktur terdeformasi akibat beban gempa menjadi jauh lebih kecil. Sedangkan pemberian bahan perkuatan pada dinding ternyata tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada kekakuan struktur. Dari tinjauan momen lentur, penambahan plesteran pada dinding pasangan bata merah dapat meningkatkan keamanan dinding dengan sangat signifikan. Tanpa menggunakan plesteran, dinding pasangan bata merah hanya aman diterapkan pada struktur rumah di wilayah gempa 4 tanah keras dan sedang, dan di wilayah gempa 5 tanah keras. Namun jika ditambahkan plesteran, dinding menjadi aman diterapkan pada struktur rumah di seluruh wilayah gempa pada semua jenis tanah. Sementara itu, penambahan bahan perkuatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan keamanan dinding pasangan bata merah. Dengan maupun tanpa perkuatan, dinding pasangan bata merah dengan plesteran aman diterapkan pada struktur rumah di seluruh wilayah gempa pada semua jenis tanah.
The high seismic activity in Indonesia has prompted previous researchers to conduct a study regarding the out of plane reinforcement efforts of brick masonry walls through a flexural strength testing in laboratory that refers to SNI 03-4165-1996. To be able to apply the reinforced walls into the construction of house buildings in the community, first it need to known the security level of the structure to be built, through an analysis of the structure modeled with the variation of the wall that will be applied. Out of plane moments that occur on each wall will be compared with the moment capacity of each wall that obtained from the previous study, so it can be known, whether the wall is safe to applied or not. In this study, structural analysis performed using SAP 2000 program. Building that modeled is type-36 house complete with all of its structural elements. The house structure is made for 5 models, each one using wall without plaster, plastered wall without reinforcement, wall with wire mesh reinforcement, wall with strapping band reinforcement, and wall with 3 mm rebar reinforcement. The wall characteristics data inputted in the modeling are based on the results of previous studies. Hereinafter, at each structure models applied with dead load and time history quake load in the form of El Centro earthquake accelerogram that scaled according to SNI 1726 in all of Indonesia quake zones, starting from the zone with the highest seismic activity (quake zone 6), till it known in which zone, the type of wall reviewed is safe to applied in house structure. From the analysis of modeling using SAP 2000, it is known that the addition of plaster on brick masonry wall can minimize the magnitude of displacement when the structure deformed due to earthquake loads. Meanwhile, the addition of out of plane wall reinforcement, either with wire mesh, strapping band, or 3 mm rebar, did not provide a significant increasement on stiffness of structure. Reviewed from the bending moment, the addition of plaster on brick masonry wall can increase the wall security very significantly. Without plaster, brick masonry wall only safely applied in the quake zone 4 on the hard soil and medium soil type and in the quake zone 5 on the hard soil type. However, when plaster added, wall become safe to applied around the earthquake area on all types of soil. Meanwhile, the addition of reinforcement materials does not have a significant effect on improving the security of brick masonry walls. Either with or without reinforcement, plastered brick masonry wall is safely applied to the house structure around the Indonesia earthquake area on all types of soil.
Kata Kunci : perkuatan dinding, analisis gempa, SAP 2000