TELAAH SUBSEKTOR INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) UNGGULAN KABUPATEN BANTUL, 2005-2012
SEPTIAN THAHIR, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc.
2013 | Skripsi | ILMU EKONOMIPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subsektor industri kecil dan menengah (IKM) unggulan beserta potensinya di Kabupaten Bantul selama tahun 2005-2012. Subsektor IKM unggulan ini, ditelaah keunggulannya baik secara komparatif maupun kompetitif. Dalam menelaah subsektor IKM unggulan, data yang digunakan adalah data jumlah tenaga kerja tiap subsektor IKM yang berasal dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Alat analisis location quotient yang dibagi menjadi static (SLQ) dan dynamic (DLQ) digunakan untuk menelaah kontribusi dan potensi subsektor IKM yang memiliki keunggulan komparatif. Sedangkan alat analisis shift share yang terdiri dari shift share Klasik dan Arcelus digunakan untuk menelaah keunggulan kompetitifnya. Kemudian, alat analisis overlay digunakan untuk mengetahui potensi dari subsektor IKM yang unggul kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor IKM Kerajinan Kabupaten Bantul merupakan subsektor IKM unggulan yang berpotensi baik secara kompetitif dan komparatif. Selain itu, subsektor IKM Kimia dan Bahan Bangunan juga memiliki keunggulan komparatif yang berpotensi, namun subsektor ini tidak memiliki potensi secara kompetitif. Sedangkan, untuk subsektor-subsektor IKM lainnya di Kabupaten Bantul belum unggul dan berpotensi baik secara komparatif atau kompetitif.
This research aims to identify leading subsectors of small and medium enterprises (SME) and their potential in Bantul Regency period 2005-2012. The leading subsectors of SME are analysed with both comparative and competitive advantages. The data used are total labour of SME subsectors from the Department of Industry, Trade, and Cooperation in Yogyakarta Province. Static Location Quotient (SLQ) is used to analyse the comparative advantages of SME subsector and Dynamic Location Quotient (DLQ) is used to analyse the potential of comparative advantages of SME subsector. A Shift Share Analysis consists of Classic and Arcelus is used to analyse of competitive advantages of SME subsector and Overlay Analysis is used to analyse the potential of competitive advantages. The results demonstrate that the “SME Crafts Subsector†is the leading subsectors of SME which has potential leading both competitive and comparative in Bantul Regency. In addition, “SME Chemical and Constructions Materials†also has potential comparative advantages, but this subsector doesn’t have the potential for competitive advantages. Whereas, for the other subsectors of SME in Bantul Regency such as “foodâ€, “cloths and leatherâ€, and “metal and electronics†don’t have any advantages, either comparative or competitive.
Kata Kunci : Subsektor IKM Unggulan, Analisis Location Quotient, Shift Share, dan Overlay