Laporkan Masalah

PENGGUNAAN TULANGAN ALUMINIUM PADUAN SEBAGAI KONTROL KEKUATAN DAN RETAK

NOVI RAHMAYANTI, Prof. Ir. Iman Satyarno, ME., Ph.D.

2013 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Penelitian ini mengamati efektifitas penggunaan aluminium paduan sebagai kontrol retak dan kekuatan beton. Aluminium paduan memiliki kuat tarik yang relatif tinggi, ringan, tahan terhadap korosi, dan mudah didapatkan di pasaran. Aluminium paduan batangan berfungsi untuk meminimalisir lebar retak yang terjadi pada beton, memberikan perlindungan korosi pada lokasi retak terhadap baja tulangan agar tidak terpengaruh pada lingkungan luar terutama lingkungan yang agresif dengan tebal selimut beton yang relatif tipis. Penelitian ini menggunakan 5 buah balok benda uji berdimensi 300 x 150 mm dan panjang bentang 1600 mm dengan diameter aluminium paduan 13 mm. Adapun masing-masing rasio aluminiumnya sebesar 0%; 0,34%; 0,68%; 1,02%. dan 1,36%. Benda uji tersebut dilakukan pengujian lentur dengan beban loading dan unloading untuk mengetahui lebar retak yang dihasilkan dari pembebanan berdasarkan Pcr0 serta beban maksimum yang mampu dihasilkan tiap-tiap balok. Penelitian ini mensyaratkan lebar retak maks yang diijinkan ialah sebesar 0,4 mm. Kesimpulan pada penelitian ini menyatakan bahwa kapasitas beban first crack hasil pengujian balok menghasilkan nilai yang meningkat tapi tidak signifikan seiring dengan banyaknya jumlah aluminium pada balok. Adapun nilainya masing-masing ialah setara dengan 1 kali, 1,002 kali, 1,01 kali, 1,03 kali, dan 1,07 kali balok rasio aluminium 0 %. Kapasitas beban maksimum hasil pengujian mengalami peningkatan yang cukup signifikasn seiring dengan banyaknya jumlah aluminium pada balok. Adapun nilainya masing-masing ialah setara dengan 1 kali, 1,64 kali, 2,95 kali, 4,00 kali, dan 5,17 kali kapasitas maksimumnya balok rasio aluminium 0 %. Nilai tegangan lentur beton maksimum (fcr) yang memenuhi syarat lebar retak ijin saat kondisi loading ialah balok dengan rasio aluminium sebesar 0,68 % ; 1,02 % ; 1,36% adalah 3,81 MPa ; 3,89 MPa; 4,02 MPa.

The research concerns on effectivity of aluminium alloy as a cracking control and concrete strength. The properties of aluminium alloy has a relatively high tensile strength, light weight, corrosion resistant, and easily available in the market. Aluminum alloy bars used to minimize width crack that occurs in concrete, provide protection of corrosion on steel reinforcement cracking location that is not affected by the external environment, particularly aggressive environments with thick concrete cover. The research uses 5 pieces of concrete beam of 300 mm x 150 mm dimension and 1600 mm length with a 13 mm diameter aluminum. As each aluminum ratio of 0%; 0,34%; 0,68%; 1,02% and 1,36%. The specimens are tested in flexural load with loading and unloading to determine the cracking width as a Pcr0 result and maksimsum load that can be produced for each specimens. This research requires the max allowable cracking width is 0.4 mm. The results show that the value of first crack load capacity not significantly increased as the number of the amount of aluminum in the beam. The value of each is equal to 1 times, 1,002 times, 1.01 times, 1.03 times, and 1.07 times of 0 % aluminum beam ratio. Maximum load capacity of the test results has increased as the number of the amount of aluminum in the beam. The value of each is equal to 1 times, 1.64 times, 2.95 times, 4.00 times, and 5.17 times the maximum capacity of the beam ratio of 0.00% aluminum. The maximum value of concrete flexural strength (Fcr) which permits eligible cracking width when the loading condition is beams with aluminum ratio of 0.68%, 1.02%, 1.36% is 3.81 MPa; 3.89 MPa; 4, 02 MPa.

Kata Kunci : aluminium paduan, retak, kekuatan lentur, lingkungan agresif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.