Laporkan Masalah

PEREMPUAN DALAM CITRA KETIDAKADILAN GENDER Kajian Feminis dan Resepsi atas Kisah Yusuf dalam Serat Yusuf

MUWAFIQOTUL ISMA, S.Th.I, Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno

2013 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama/Kajian Timur Tengah

Di hadapan Tuhan, laki-laki dan perempuan dalam posisi setara (das sollen). Namun pada kenyataannya (das sein), stereotip dan diskriminasi bahkan kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi. Serat Yusuf sebagai karya sastra yang lahir dari konstruksi sosial dan storage pengarang yang bias gender menempatkan perempuan secara tidak adil. Dengan menggunakan teori filologi, resepsi dan feminis, penelitian ini memotret citra ketidakadilan gender dalam kisah Yusuf-Zulaikha yang terkandung dalam Serat Yusuf. Melalui teori filologi peneliti menemukan bahwa Serat Yusuf yang ditulis oleh Nalaputra merupakan karya sastra yang berupa teks tembang yang disalin pada tahun 1935 yang memuat 29 pupuh. Sementara, melalui teori resepsi ditemukan bahwa pembacaan Nalaputra sebagai penulis Serat Yusuf terhadap kisah Yusuf-Zulaikha yang terkandung dalam al-Qur’an mengalami perluasan dan penambahan cerita, alur, tokoh. Sedangkan melalui analisis feminis, penelitian ini mengungkap bentukbentuk citra ketidakadilan perempuan seperti perempuan sebagai sosok yang pasif, emosional, tidak dapat mengendalikan birahinya, dan sebagai pelayan lakilaki serta memiliki iman yang lebih rendah dibanding laki-laki.

( In Islam, men and women are equal before God das sollen). However, stereotype, discrimination and violance against woman often happen everywhere. The position of women according to the Serat Yusuf as a literature that was born from the social construction and the storage author who is gender bias placed women unequally. This research that used philology theory, reception theory and feminism theory examined the picture of unequal gender in Yusuf-Zulaikha in Serat Yusuf. Based on Philology theory, it was found that Serat Yusuf who was written by Nalaputra is a sung text. It was written in 1935 that consist of 29 chapters (pupuh). While based on the reception theory, the study revealed that the reading of Nalaputra as the writer of the Serat Yusuf on Yusuf-Zulaikha story that consists in the holy Quran experienced the expansion and additional part, plot, character. In the analysis of the feminist theory, the study discovered forms of unequal position of women such as women are perceived as a passive, emotional, unable tocontroltheir desire, men servants and their faith are lower than men.

Kata Kunci : Citra, ketidakadilan, stereotip, diskriminasi, bias gender, Yusuf-Zulaikha


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.