Laporkan Masalah

PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PEMBERIAN CIPROFLOKSASIN DAN AMOKSISILIN SETELAH SCALING & ROOT PLANING PADA PERIODONTITIS KRONIS PENDERITA HIPERTENSI

Ade Ismail Abdul Kodir, Dr.drg. Dahlia Herawati, S.U., Sp. Perio (K),

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi Klinik

Penyakit periodontal merupakan penyakit inflamasi akibat bakteri pada jaringan pendukung gigi. Bakteri patogen dalam mulut dan mediator inflamasi dari lesi periodontal secara intermitten mencapai pembuluh darah menginduksi chronic low-level bacteriemia dan reaktan inflamasi sistemik yaitu C-Reactive Protein (CRP), antibodi sistemik yang semua ini dapat menimbulkan suatu rangkaian patogenik antara penyakit periodontal dan penyakit jantung. Perawatan periodontal bertujuan untuk mengeliminasi penyakit, mengembalikan keadaan jaringan periodontium dalam keadaan sehat, mengontrol bakteri sebagai faktor lokal dan meminimalkan pengaruh sistemik sebagai bentuk perawatan penyakit periodontal non bedah. Pemakaian antibiotik diperlukan bagi pasien yang tidak berhasil dengan perawatan Scaling & Root Planing (SRP) serta pada pasien dengan penyakit periodontal akibat penyakit sistemik sebagai profilaksis pada tindakan periodontal non bedah. Penelitian dilakukan terhadap 20 penderita periodontitis kronis dengan hipertensi, yang di bagi menjadi dua kelompok : SRP + Ciprofloksasin dan SRP + amoksisilin. Pengukuran kadar CRP dan tekanan darah dilakukan sebelum perlakuan dan pada hari ke 9. Hasil analisis uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tensi awal dan akhir pada pemberian ciprofloksasin, namun tidak terjadi perbedaan yang bermakna pada pemberian amoksisilin. Hasil pengukuran CRP menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara CRP awal dan akhir pada pemberian amoksisilin, sedangkan pada ciprofloksasin tidak terjadi perbedaan yang bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tidak terjadi perbedaan hasil pengukuran kadar CRP dan tekanan darah antara pemberian ciprofloksasin dengan amoksisilin setelah SRP pada peridontitis kronis penderita hipertensi.

Periodontal disease is one of the most common microbial infection in adults. It is an inflammatory disease of bacterial origin that effects the tooth-supproting tissues. Oral pathogen and inflammatory mediators from periodontal lesions intermittently reach the bloodstream inducing chronic low-level bacterimia and systemic inflammatory reactans (CRP), all of which may represent a pathogenic link between periodontal disease and heart disease.The aim of periodontal treatment was to eliminate the disease, gaining periodontal health, control bacterial as a local factor and minimazed the systemic influence as a non surgery periodontal treatment. The use of antibiotics is to treat the patient whose not succsed with SRP and the patient with periodontal disease caused by systemic disease as a prophylactic antibiotics in a non surgery periodontal treatment. The research was conducted to 20 chronic periodontal patients with hypertension. The samples dividing into 2 groups : SRP + Ciprofloksasin and SRP + Amoksisilin. The CRP and blood pressure was taken at base line and 9 days later. The result of paired t-test analysis showed a significant differences of blood pressure in ciprofloksasin group but not in the amoksisilin group and there was a significant differences of CRP in amoksisilin group compare with ciprofloksasin group. The conclusion of the study was there is no difference of CRP and blood pressure value between the 2 groups.

Kata Kunci : periodontitis, hipertensi, CRP, SRP, Ciprofloksasin, amoksisilin.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.