Laporkan Masalah

Relasi Patron-Klien Dalam Menciptakan Jaminan Sosial Informal (Studi Tentang Pekerja Industri Batik “Topo HP” di Wijirejo Pandak Bantul Yogyakarta)

NURUL FRISKADEWI, Prof. Dr. Susetiawan, SU

2013 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Wijirejo Pandak Bantul merupakan wilayah yang sebagian besar adalah lahan pertanian. Namun, justru menjadi sentra industri batik. Mulanya, kehidupan petani menjadi mata pencaharian pokok, seiring berjalannya waktu masyarakat bekerja sebagai pembatik. Namun, ikatan sosial dari masyarakat petani masih dipakai dimana petani miskin selalu berharap dengan kedermawanan petani-petani kaya untuk, menolong kesukaran mereka sebagai tempat perlindungan. Kemudian mereka membalas dengan tenaga kerja. Namun, setelah komersialisasi pertanian kehidupan mereka berubah. Dengan adanya perubahan zaman semakin menjerumuskan mereka ke keadaan di mana satu-satunya jalan untuk dapat hidup terus di dalam lingkungan desa adalah menggantungkan nasib untuk selamalamanya kepada mereka yang menyewa tenaga kerja dalam ikatan patron-klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna di balik relasi patronklien dalam bekerja dan memberikan insentif tentang kerja. Untuk melihat masalah tersebut digunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan teori Scott (1976) yang menggambarkankan patron-klien. Di dalam patron-klien tersebut sama-sama menggunakan relasi untuk berbagai keperluan sehingga tercipta jaminan sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, serta sumber referensi baik buku, makalah maupun tesis. Pengambilan informan dilakukan secara purposif. Informan diambil seluruhnya berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi terhadap para pekerja di industri batik “Topo HP”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral ekonomi berada di balik relasi patron klien. Relasi ini dapat dilihat dalam tekanan-tekanan sosial di dalam lingkungan desa, yang bertujuan agar orang-orang yang relatif mampu menggunakan kekayaan mereka dengan cara yang berfaedah bagi anggotaanggota yang lebih miskin. Dengan sikap dermawan, seorang penduduk desa yang mampu akan dikenal sebagai orang yang baik hati dan sekaligus ia akan dikelilingi oleh klien-klien yang berterimakasih dan patuh. Di kalangan klienklien terdapat kesadaran yang kuat tentang apa yang sepatutnya dapat mereka harapkan. Upah memang tidak menjadi hal yang penting, namun kelangsungan hidup mereka menjadi pilihan utama untuk mereka tergantung pada patron. Saling membantu ketika selamatan, acara makan bersama, ataupun berkenaan dengan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan rumah tangga pekerja seperti kelahiran, sakit, kematian merupakan bentuk pertukaran yang sekaligus menjadi sebuah asuransi sosial yang dilakukan secara bergantian. Dengan kata lain sipelaku mungkin mempunyai moral ekonominya sendiri yang tidak dapat diukur oleh pihak luar, oleh karena relasi ini perlu dipertahankan.

Wijirejo Pandak Bantul is area that most of it is farming field, but it is become Batik industrial center. In the beginning, farming was become major livelihood activity. As time past, people become Batik worker. But, the social bounding in farming community still been used whereas the poor farming always rely on the generosity from the have farmer to assist and protect them. They will repaid by become worker. Their live was changed, when farming being commercializes. The changing of time put them on miserable condition. The only way to surviving on their community, by put their fate forever to them who hired them as a worker on the relation of Patron Client. The research objective is to understanding the meaning behind Patron Client relation in work and giving incentive in work. The problem was seen by qualitative research approach, by using Scott Theory (1976) that described Patron Client. In Patron Client it self was equally used for many purpose to forming social insurance. The data collecting have been done by observation, interview, documentation, and books, papers and thesis references. Informants were purposive taken; the numbers of informants were 19 people. The data was collected by observation, interview and documentation from workers of “Topo HP” batik industry. The result of research shows that moral economic behind the patron client relation. This relation can be notified in form of social pressure in village, which has an objective to push the have to use their wellness in meaningful way for the poorest community. The generosity of the have will be known as kind person and also will be surrounding by many clients that grateful and obedient. In clients circle, there was strong awareness about something that they deserved to hope. Wage is not the most important thing, but the survival become major option for them to depend on the patron. To helping each other when there are ceremony, having dinner together, or in others important occasion’s in house hold such as birth, sickness, mortality have become exchange form and also become alternately social insurance. In other word the actor may have their own moral economic that can not be measure by external, which is way this relation has to be defended.

Kata Kunci : relasi patron-klien, asuransi sosial, industri batik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.