DETEKSI CEMARAN DAGING BABI DALAM CAMPURAN BAKSO AYAM DENGAN REAL TIME POLYMERASE CHAIN REACTION DAN SPEKTROFOTOMETRI FOURIER TRANSFORM INFRARED
SITI FATIMAH, Prof. Dr. Sismindari, S.U., Apt
2013 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi. Pemalsuan makanan merupakan masalah besar dalam industri makanan, dan menyebabkan keprihatinan bagi pelanggan Daging babi (Sus scrofa domestica) sering dicampurkan dengan daging ayam dalam proses pembuatan bakso. Oleh karena itu deteksi adanya daging babi di dalam bakso ayam perlu dilakukan. Dalam penelitian ini akan dilakukan deteksi dengan 2 metode yaitu secara real time PCR dengan pengembangan primer leptin dan dan mitokondria D-loop untuk identifikasi DNA dan spektrofotometri FTIR yang digabungkan dengan kemometrika untuk deteksi lemak. Deteksi babi dalam bakso dengan real time PCR menggunakan DNA yang dihasilkan dari isolasi DNA bakso metode proteinase K. Pengembangan primer dari leptin dan mitokondria D-loop digunakan untuk mendeteksi adanya daging babi dalam bakso ayam menggunakan real time PCR. Lemak babi diisolasi dari bakso menggunakan metode soxhlet dengan pelarut heksan. Serangkaian data kalibrasi dan validasi dibuat dengan perbandingan tertentu antara lemak babi dan lemak ayam. Data dianalisis menggunakan analisis multivariat, termasuk Partial Least Square (PLS) and Principal Component Analysis (PCA) menggunakan software Minitab 16. Primer leptin dan mitokondria D-loop dapat mendeteksi adanya daging babi dalam bakso ayam menggunakan real time PCR. Kombinasi spektrofotometri inframerah dengan regresi PLS (Partial Least Squaere) pada daerah 999-1199 cm - 1 menghasilkan model kalibrasi dengan R 2 tertinggi dan dan RMSEC (Root Mean Square Error of Calibration ) terendah. Analisis kualitatif dengan teknik PCA (Principle Component Analiysis ) dapat mengelompokkan antara lemak babi dan lemak ayam dalam bakso. Teknik PCA juga dapat membedakan lemak hasil soxhletasi bakso ayam di pasaran.
primers development and mitochondrial D Food adulteration is a major issue in the food industry, and causing public concern. Pork is often mixed with chicken meat in the process of making meatballs. Therefore, the detection of pork in the chicken meatballs needs to be done. In this research will be conducted pork detection using 2 methods, first by real time PCR with leptin -loop for DNA identification and the second one by FTIR spectrophotometry combined with chemometrics for fat detected. isolated Pork detection in meatballs by real time PCR using the DNA from meatballs with proteinase K method was carred out. Primers development of leptin and mitochondrial D-loop were used to detect the presence of pork in chicken meatballs using real time PCR. Lard was isolated from meat ball using soxhletation method with hexane solvent. A series of calibration and validation data were made from a certain ratio between the lard and chicken fat. The data were analyzed with multivariate analysis, including Partial Least Square (PLS) and Principal Component Analysis (PCA) using Minitab 16 software. Leptin primers and mitochondrial D-loop primers could detect pork in chicken meatballs using real time PCR. Infrared spectrophotometry combined with PLS (Partial Least Square) regression in the 999-1199 cm -1 region produced calibration model with the highest R 2 and the lowest RMSEC (Root Mean Square Error of Calibration). Qualitative analysis with PCA (Principle Component Analysis) technique could classify between pork fat and chicken fat in the meatballs. PCA technique could also distinguish fat resulted from meatballs’ soxhletation in the market.
Kata Kunci : real time PCR, spektrofotometri FTIR, bakso ayam, primer leptin dan mitokondria D-loop