PENGEMBANGAN MEDIA AJAR PRAKTIK SKALING BERBASIS IMPLEMENTASI MODEL PENJAMINAN MUTU PDCA PADA PEMBELAJARAN KLINIK PENDIDIKAN KEPERAWATAN GIGI
WIWORO HARYANI, DRG., M.KES, Prof. Dr. dr. H.Soewadi, MPH., Sp.KJ(K)
2013 | Disertasi | S3 Kedokteran UmumPeningkatan mutu pembelajaran klinik pendidikan keperawatan gigi dilakukan antara lain dengan menyediakan media ajar yang memadai, media ajar sebagai alat simulasi dapat digunakan dalam proses penilaian pencapaian kompetensi klinis. Pembelajaran dengan simulasi memberi kesempatan mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi pasien sesungguhnya. Pengembangan media ajar untuk praktik skaling dilakukan karena media ajar yang saat ini digunakan sering menyulitkan mahasiswa dan pembimbing praktik terutama dalam menampilkan tanda-tanda adanya kalkulus/karang gigi, cara menghilangkan kalkulus, dan penentuan indeks kebersihan gigi dan mulut. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan rancang pretest-posttest control group design. Lokasi penelitian adalah Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan waktu penelitian bulan April 2011 sampai dengan Oktober 2012. Sampel adalah mahasiswa semester 3 dan 5, teknik pengambilan sampel secara simple random sampling dan jumlah sampel sebanyak 140 mahasiswa. Kriteria sampel adalah: a) mahasiswa yang akan atau sudah selesai mengikuti praktik klinik, b) bersedia ikut serta dalam penelitian dengan mengisi informed consent. Penelitian ini menghasilkan suatu media ajar dalam bentuk model gigi (typodont) dengan kalkulus artifisial yang dilengkapi alat penyangga. Hasil analisis pengaruh intervensi media ajar terhadap prestasi mahasiwa menunjukkan bahwa berdasarkan analisis uji t-test ada perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara nilai pretest dan nilai posttest (nilai kognitif) baik pada mahasiswa semester 3 maupun 5, namun selisih rata-rata kedua kelompok tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik (p>0,05). Ada perbedaan yang signifikan (p<0,05) nilai keterampilan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, namun demikian selisih rata-rata nilai keterampilan kedua kelompok tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Analisis multivariat menggunakan regresi linier menunjukkan bahwa nilai kognitif berkontribusi sebesar 2,7% terhadap peningkatan nilai keterampilan. Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) tersedianya unit model gigi dengan kalkulus artifisial sebagai media ajar yang memadai untuk praktik skaling sebagai salah satu upaya tindak lanjut peningkatan mutu pembelajaran klinik, (2) ada pengaruh intervensi menggunakan media ajar yang dikembangkan pada praktik skaling terhadap prestasi mahasiswa, yaitu: (a) ada perbedaan yang signifikan nilai kognitif mahasiswa antara sebelum dan setelah intervensi menggunakan media ajar pada praktik skaling, (b) ada perbedaan yang signifikan nilai keterampilan mahasiswa antara sebelum dan setelah intervensi menggunakan media ajar pada praktik skaling.
Improving the skills learning quality of dental nursing education is conducted by, among others, providing adequate learning media; learning media can be used as a simulation tool in the assessment process of the achievement of clinical competence. Learning with simulations provides students opportunity to prepare before facing real patients. Development of learning media to practice scaling is done because the current learning media are often difficult for students and practice tutors primarily in showing signs of calculus/tartar, procedures to remove calculus, and the determination of dental and oral hygiene index. This was a quasi experiment study with a pretest-posttest control group research design. The research location was in Dental Nursing Department of Health Polytechnic of Yogyakarta conducted from April 2011 to October 2012. Samples were students in semester 3 and 5, taken with simple random sampling and the sample size was finally 140 students. Sample criteria were: a) students who would take or had already completed a clinical practice, b) students who were willing to participate in the study by completing an informed consent. This study produced a teaching medium in the form of dental model (typodont) with artificial calculus equipped with a buffer. The results of analysis of the effect of learning media interventions on student achievement showed that, based on t-test analysis, there was a significant difference (p<0,05) between the pretest and posttest values (cognitive value) in both semester 3 and 5 students; however, the mean difference of both groups did not show any statistically significant difference (p>0,05). There was a significant difference (p<0,05) in skills score between the experimental group and the control group; however, the mean difference in both groups was not statistically significant (p>0,05). Multivariate analysis using linear regression showed that cognitive scores accounted for 2.7% of the increase in the skills score. The conclusions of this study are: (1) there is an availability of adequate learning media in the form of dental models and artificial calculus equipped with a buffer for scaling practices, (2) there is an effect of intervention using learning media in the scaling practice on a student achievement, namely: (a) a significant difference in cognitive value of scaling practices on students before and after learning media intervention, (b) a significant difference in the score of scaling practice skills students before and after learning media intervention.
Kata Kunci : mutu pembelajaran klinik, skaling, media ajar, simulasi, model gigi